Airlangga soal Lahan Food Estate: Papua Lebih Baik dari Australia

CNN Indonesia
Selasa, 13 Jan 2026 21:50 WIB
Menko Airlangga menilai kualitas lahan di Papua, khususnya Merauke, berpotensi besar untuk pengembangan kawasan lumbung pangan nasional atau food estate.
Kualitas lahan di Papua berpotensi besar untuk pengembangan kawasan lumbung pangan nasional atau food estate. Ilustrasi. (CNNIndonesia/Adi Ibrahim)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai kualitas lahan di Papua, khususnya Merauke, berpotensi besar untuk pengembangan kawasan lumbung pangan nasional atau food estate.

Hal itu didukung penilaian sejumlah ahli yang menilai kualitas tanah di wilayah Papua, lebih baik dibandingkan lahan pertanian di Australia.

Airlangga menyampaikan pengembangan food estate di Merauke diarahkan untuk mendukung pertanian modern, termasuk pengembangan tebu dan etanol.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau dari berbagai expert Australia mengatakan, tanah di Merauke dibandingkan Australia itu lebih baik," ujar Airlangga dalam acara Road to Jakarta Food Security Summit di Menara Kadin, Jakarta Selatan, Selasa (13/1).

Menurutnya, para ahli Australia melihat Merauke memiliki keunggulan alami yang mendukung sektor pertanian. Mereka menilai Papua memiliki kesesuaian lahan yang tinggi, terutama untuk tanaman tebu.

"Mereka para ahli dari Australia juga percaya bahwa Merauke bisa dikembangkan menjadi lumbung pertanian, apalagi mereka percaya bahwa tebu adalah tanaman indigenous dari Papua," kata Airlangga.

Dengan metode budidaya yang sama, produktivitas pertanian di Merauke dinilai berpeluang melampaui negara lain.

"Mereka melihat bahwa yield dan yang lain, dengan metode yang sama, Merauke bisa menghasilkan lebih baik daripada Australia," ujarnya.

Airlangga menjelaskan pengembangan food estate di Papua juga berkaitan dengan kebutuhan energi nasional. Selain biodiesel, pemerintah saat ini mendorong pengembangan etanol berbasis tebu sebagai campuran bensin.

"E5 (etanol 5 persen) atau E10 (etanol 10 persen) tentu membutuhkan 2 juta-3 juta (kiloliter) etanol dan ini akan baik kalau kita bisa produksi melalui food estate," katanya.

Untuk mendukung target tersebut, pemerintah mendorong intensifikasi pertanian melalui penyediaan pupuk, irigasi, penyuluh, serta bibit unggul. Airlangga menyebut riset menjadi faktor penentu dalam meningkatkan produktivitas.

"Salah satu yang merupakan game changer, tentu penelitian mengenai bibit. Penelitian berbasis genom itu juga satu hal yang harus kita dorong dan didukung," ujarnya.

[Gambas:Video CNN]

Pemerintah menyiapkan kawasan hutan seluas sekitar 481 ribu hektare di Papua untuk dikembangkan menjadi food estate. Proyek ini dipusatkan di Wanam, Kabupaten Merauke dan dirancang untuk mendukung swasembada pangan, energi, dan air.

Selain produksi pangan, kawasan tersebut juga direncanakan menjadi pusat pengembangan energi terbarukan, termasuk etanol dan biodiesel, dengan dukungan lintas kementerian serta pembangunan infrastruktur penunjang.

(del/ins)