Seluk Beluk Investasi Perak, Alternatif Emas di Tengah Gejolak

CNN Indonesia
Rabu, 14 Jan 2026 07:35 WIB
Harga perak menembus level tertinggi dalam lebih dari satu dekade pada 2025. Ilustrasi. (iStockphoto/Kuzmik_A).
Jakarta, CNN Indonesia --

Harga perak menembus level tertinggi dalam lebih dari satu dekade pada 2025.

Berdasarkan data Trading Economics dan Reuters, harga perak (XAG) naik dari kisaran US$28 - US$30 per troy ons pada awal tahun menjadi lebih dari US$75 per troy ons pada Desember 2025.

Lonjakan harga perak mulai terlihat sejak kuartal I 2025. Reuters, dalam laporannya pada 5 Juni 2025, mencatat harga perak mencetak rekor tertinggi dalam 13 tahun terakhir di level US$35 per ons.

Perak kemudian perak menembus rekor baru di atas US$75 per ons pada 26 Desember 2025.

Sepanjang 2025, harga perak melesat 165 persen. Kenaikannya mengalahkan emas yang naik sekitar 55 persen tahun lalu

Kenaikan ini membuat perak bisa dijadikan sebagai alternatif diversifikasi portofolio di tengah gejolak ekonomi.

Perencana Keuangan Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike Rini Sutikno mengatakan orang Indonesia sebenarnya berinvestasi logam mulia mayoritas di emas, bukan perak. Pasalnya, harga perak lebih berisiko dibandingkan emas.

Ia mengatakan harga emas didorong oleh penawaran dan permintaan yang selalu ada karena investor ritel memilih emas sebagai safe haven.

Sementara, harga perak cenderung didorong oleh kebutuhan industri.

"Industri sendiri akan lebih aktif kalau ekonomi mendukung, kebijakan pemerintah mendukung, teknologi mendukung. Ketika tidak ada faktor yang mendukung (dari) industri yang menggunakan bahan perak, maka permintaan akan perak juga turun," kata Mike kepada CNNIndonesia.com, Senin (13/1).

Karenanya, menurut Mike, perak dianggap lebih berisiko dibandingkan emas.

"Ini yang menyebabkan perak menjadi lebih berisiko. Beda dengan emas yang mau industrinya mau gimana pun, ritelnya lebih aktif," sambungya.

Dibandingkan emas, Mike menilai perak juga kurang diminati sebagai instrumen investasi karena ukurannya tidak ada yang kecil seperti emas. Ia mengatakan pecahan perak biasanya 250 gram.

Ukuran yang besar katanya karena perak memang biasanya digunakan untuk industri.

"Jadi ada tantangan kalau perak dalam menyimpannya," ujarnya.

Perencana Keuangan MRE Andi Nugroho memberikan saran jika ingin berinvestasi perak. Pertama, beli dalam bentuk batangan dan bersertifikat resmi untuk menjamin keasliannya dan memudahkan bila akan dijual lagi dengan harga terbaik.

Kedua, pastikan sudah cuan bila akan menjualnya kembali karena ada selisih harga beli dan jual.

"Ketiga, bisa juga mengoleksinya dalam bentuk perhiasan," terangnya.

(fby/sfr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK