IHSG Ditutup Hijau 9.075, Sentuh 'All Time High' Lagi Hari Ini
Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup di level 9.075,4 pada Kamis (15/1) sore, setelah sempat menyentuh level tertinggi sepanjang sejarah (all time high) 9.100 siang tadi.
Pada penutupan sore ini, indeks saham menguat 42,82 poin atau naik 0,47 persen dari perdagangan sebelumnya.
Mengutip RTI Infokom, sebanyak 339 saham menguat, 331 terkoreksi, dan 133 lainnya stagnan. Tercatat, tujuh dari 11 indeks sektoral melemah, dipimpin oleh sektor industri, yakni turun 2,17 persen.
Secara keseluruhan, investor hari ini melakukan transaksi sebesar Rp27,88 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 50,34 miliar saham.
Beralih ke asing, bursa saham Asia bergerak bervariasi. Tercatat Nikkei 225 di Jepang menguat 1,34 persen, indeks Hang Seng Composite di Hong Kong minus 1,72 persen, dan indeks Kospi Korea Selatan melemah 0,33 persen.
Senada dengan Asia, bursa saham Eropa bergerak bervariasi. Terpantau indeks FTSE 100 di Inggris menguat 0,84 persen, indeks DAX di Jerman turun 0,21 persen, dan indeks CAC 40 di Prancis naik 1,46 persen.
Sedangkan, bursa saham AS kompak berada di zona hijau. Indeks S&P 500 menguat 0,23 persen, indeks NYSE Composite naik 0,72 persen, dan indeks NASDAQ Composite menguat 0,18 persen.
Kinerja pasar modal Indonesia menunjukkan tren positif di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Tercatat, IHSG tiga kali memecahkan rekor tertinggi sepanjang sejarah, sinyal kuat atas kepercayaan investor terhadap arah ekonomi nasional.
Pencapaian bersejarah ini dimulai pada 15 Agustus 2025, saat IHSG untuk pertama kalinya menembus level 8.017. Tren penguatan ini berlanjut hingga awal tahun 2026. Pada Kamis (8/1), IHSG kembali mencetak rekor di level psikologis 9.002, dan puncaknya terjadi pada perdagangan Kamis (15/1) hari ini, di mana indeks parkir di level tertinggi baru, yakni 9.100.
Keberhasilan IHSG mencetak rekor berulang kali ini diharapkan mampu menarik lebih banyak investasi, yang pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian,menilai rentetan rekor ini merupakan cerminan dari ekspektasi tinggi masyarakat dan pelaku usaha terhadap masa depan ekonomi Indonesia. Menurutnya, pergerakan ini membuktikan bahwa kebijakan pemerintah saat ini disambut baik oleh pasar.
"Pencapaian IHSG di level tertinggi sepanjang masa adalah refleksi dari harapan bahwa fase perbaikan ekonomi sedang berlangsung. Pasar keuangan selalu bergerak lebih cepat dalam menangkap sinyal perbaikan ekonomi dibandingkan sektor lapangan usaha," ujar Fakhrul, Kamis (15/1), dalam keterangan resmi.
Ia menekankan pentingnya keselarasan kebijakan antara tim ekonomi pemerintah dengan bank sentral. Menurutnya, selama koordinasi tersebut terjaga, pasar akan terus merespons secara positif.
Senada, Senior Market Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Muhammad Nafan Aji Gusta, melihat bahwa pasar saham domestik memang sedang dalam jalur pendakian yang solid. Hal ini didukung oleh kesiapan pemerintah dalam menjalankan program-program prioritas.
"Pemerintah tengah menyiapkan berbagai paket ekonomi untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 5,4 persen pada tahun ini," kata Nafan.
Namun, Nafan mengingatkan agar pelaku pasar tetap tenang dan tidak terlalu euforia. Pasalnya, pemegang saham berpotensi melakukan aksi jual untuk mencairkan keuntungan setelah kenaikan yang cukup tinggi ini.
"Kondisi saat ini sudah menunjukkan kenaikan yang sangat jenuh, sehingga perlu diwaspadai adanya potensi aksi ambil untung dalam jangka pendek," tambahnya.
(ldy/sfr)