IHSG Sentuh Rekor Tertinggi Lagi, Ekonomi RI Diyakini Makin Positif

CNN Indonesia
Kamis, 15 Jan 2026 17:37 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencetak rekor tertinggi (all-time high) di level 9.075 pada penutupan perdagangan Kamis (15/1).
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencetak rekor tertinggi (all-time high) di level 9.075 pada penutupan perdagangan Kamis (15/1). (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencetak rekor tertinggi (all-time high) di level 9.075 pada penutupan perdagangan Kamis (15/1).

Mengutip RTI Infokom, investor melakukan transaksi sebesar Rp27,88 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 50,34 miliar saham.

Pada penutupan kali ini, 339 saham menguat, 331 terkoreksi, dan 133 lainnya stagnan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terpantau, tujuh dari 11 indeks sektoral melemah, dipimpin oleh sektor industri, yakni turun 2,17 persen.

Penguatan IHSG ini merupakan lanjutan dari kondisi serupa yang terjadi beberapa hari belakangan ini.

Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian menilai bahwa pencapaian ini merupakan sinyal kuat bahwa pasar sedang membangun ekspektasi positif terhadap masa depan ekonomi nasional. Menurutnya, reli ini bukan sekadar gerak teknikal biasa.

"Pencapaian IHSG di level tertinggi sepanjang masa adalah refleksi dari harapan bahwa fase perbaikan ekonomi sedang berlangsung. Pasar keuangan selalu bergerak mendahului ekonomi riil," ujar Fakhrul, Kamis (15/1).

Ia menambahkan bahwa keyakinan investor saat ini banyak didorong oleh narasi kebijakan yang dianggap pro-pertumbuhan dan terkoordinasi dengan baik. Namun, Fakhrul mengingatkan agar otoritas tetap konsisten.

"Pasar membutuhkan sinyal jelas dari koordinasi antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia. Selama arah perbaikan ekonomi dikomunikasikan secara kredibel, pasar memiliki ruang untuk tetap konstruktif," imbuhnya.

Senada dengan optimisme tersebut, Senior Market Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Muhammad Nafan Aji Gusta, memaparkan bahwa secara teknikal IHSG memang masih berada dalam jalur pendakian (uptrend).

Meski demikian, Nafan memberikan catatan kecil bagi para investor untuk tetap moderat dalam mengambil keputusan.

"Indikator sudah menunjukkan overbought, sehingga perlu mewaspadai adanya potensi aksi profit taking atau ambil untung dalam jangka pendek," jelas Nafan.

Dari sisi makro, Nafan melihat sentimen global dan domestik saling berkelindan. Di tengah data ekonomi AS yang beragam dan kenaikan harga komoditas seperti emas, daya tarik pasar domestik tetap terjaga berkat kesiapan pemerintah dalam mengeksekusi kebijakan sektor riil.

"Pemerintah tengah menyiapkan berbagai paket ekonomi dan program prioritas untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 5,4% pada tahun ini, sesuai dengan asumsi makro APBN 2026," pungkasnya.

Kombinasi antara teknikal yang solid dan fundamental ekonomi yang mulai menunjukkan taringnya membuat lantai bursa kian bergairah. Jika koordinasi kebijakan fiskal dan moneter terus harmonis, bukan tidak mungkin rekor-rekor baru akan kembali tercipta dalam waktu dekat.

[Gambas:Video CNN]

(tim)


[Gambas:Video CNN]