Agung Sedayu Group Resmi Buka Masjid Al-Ikhlas di PIK
Agung Sedayu Group resmi membuka Masjid Al-Ikhlas guna menjawab kebutuhan spiritual masyarakat yang meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas di Pantai Indah Kapuk, Jakarta, pada Kamis (15/1).
Nama "Al-Ikhlas", yang berarti ketulusan dalam beribadah, diberikan langsung oleh Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, sebagai doa agar masjid ini menjadi tempat yang menghadirkan keikhlasan, kedamaian, serta limpahan keberkahan bagi jamaah.
Peresmian dihadiri oleh Menag Nasaruddin Umar, Sugianto Kusuma selaku Founder and Chairman Agung Sedayu Group bersama Direktur Utama (Dirut) Agung Sedayu Group, Nono Sampono, serta jajaran Direksi Agung Sedayu Group dan Salim Group lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(Foto: arsip Agung Sedayu Group) |
Dirut Agung Sedayu Group, Nono Sampono dalam sambutannya mengungkapkan bahwa sebuah kawasan yang maju tidak hanya dibangun dengan infrastruktur dan ekonomi yang kuat, tetapi juga dengan pondasi moral dan spiritual yang kokoh.
"Masjid memiliki peran strategis dalam membentuk karakter umat, menjadi tempat bersujud, tempat belajar, tempat bermusyawarah, sekaligus tempat menumbuhkan ukhuwah dan kepedulian sosial. Masjid Al-Ikhlas PIK ini diharapkan hadir sebagai oase ketenangan di tengah dinamika kawasan urban yang terus berkembang. Sebuah tempat dimana siapapun dapat datang tanpa sekat, merasakan kedamaian, memperkuat iman, dan menumbuhkan harapan," kata Nono.
Masjid Al-Ikhlas PIK diharapkan bukan hanya menjadi tempat saalat, melainkan juga sebagai ruang yang menghidupkan nilai-nilai Islam, mempererat silaturahmi, serta menghadirkan kesejukan rohani di tengah dinamika kawasan urban modern. Peresmian masjid ini menjadi pengingat akan pentingnya shalat sebagai pondasi kehidupan dan jalan menuju akhlak yang mulia.
Menag Nasaruddin menyampaikan terima kasih kepada Agung Sedayu Group atas kehadiran Masjid Al-Ikhlas dalam kurun waktu kurang dari satu tahun. Ia menambahkan, Agung Sedayu Group turut ambil bagian dalam pemulihan pascabencana banjir bandang di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh.
"Sekali lagi, terima kasih kepada seluruh pihak di Agung Sedayu Group. Secara khusus kepada Bapak Aguan yang telah dengan begitu tulus memberikan bantuan untuk pembangunan masjid ini," katanya.
"Kami ikut juga terlibat dalam satu tim, karena puluhan ribu rumah yang seharusnya dibangun di Sumatra Utara, Sumatra Barat dan terutama Aceh. Kita berterima kasih sekali lagi kepada partisipasi Agung Sedayu Group, luar biasa. Semoga Tuhan memberkati kita semua," tambah Nasaruddin.
Berdiri di atas lahan seluas ±2.435 m² dengan luas bangunan utama ±1.248 m², Masjid Al-Ikhlas PIK mengusung konsep Islamic Classical Architecture yang memadukan keindahan, kesederhanaan, dan kekhusyukan. Masjid ini mampu menampung sekitar ±600 jamaah.
Pilar-pilar elegan di sisi luar, ruang utama berbentuk lingkaran dengan kubah megah, serta dua menara yang menjulang disebut menggambarkan kebesaran Islam. Ornamen geometris dan arabesque pada gerbang utama mempertegas keanggunan arsitektur yang sarat makna spiritual.
Kehadiran Masjid Al-Ikhlas PIK juga melengkapi wajah Riverwalk Island PIK sebagai kawasan yang menjunjung tinggi harmoni dan toleransi antarumat beragama. Di area ini telah berdiri Si Mian Fo sebagai sarana ibadah umat Buddha, serta ke depan akan hadir rumah ibadah lainnya, yang mencerminkan semangat persatuan dalam keberagaman.
Sejak groundbreaking pada 7 Maret 2025, pembangunan Masjid Al-Ikhlas PIK dengan biaya konstruksi mencapai Rp45 miliar dijalankan secara optimal. Bertepatan dengan momen Isra Mi'raj, peresmian masjid juga memiliki agenda lomba adzan, di mana pemenangnya utamanya menjadi muadzin tetap di Masjid Al-Ikhlas PIK, diikuti pembagian bantuan sosial berupa 1.000 paket beras.
(rea/rir)[Gambas:Video CNN]
(Foto: arsip Agung Sedayu Group)