Harga Minyak Stabil Ditopang Meredanya Demo di Iran

CNN Indonesia
Senin, 19 Jan 2026 10:41 WIB
Harga minyak mentah stabil pada perdagangan Senin (19/1) seiring meredanya protes di Iran yang dipicu krisis ekonomi dan langkah keras aparat. Ilustrasi. (iStock/zorazhuang).
Jakarta, CNN Indonesia --

Harga minyak mentah stabil pada perdagangan Senin (19/1), setelah sebelumnya menguat, seiring meredanya protes di Iran yang dipicu krisis ekonomi dan langkah keras aparat.

Meredanya gejolak diklaim memperkecil peluang intervensi militer Amerika Serikat (AS) yang berpotensi mengganggu pasokan minyak global dari kawasan penting itu.

Mengutip Reuters, harga kontrak Brent sempat diperdagangkan di level US$64,18 per barel, naik tipis 0,08 persen. Sementara minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari berada di US$ 59,52 per barel, meningkat 0,13 persen.

Lonjakan harga minyak beberapa hari terakhir sebelumnya ditopang oleh kekhawatiran pasar akan potensi konflik di Timur Tengah, setelah aksi brutal aparat Iran terhadap demonstran menimbulkan ribuan korban jiwa.

Namun, pernyataan dari Presiden AS Donald Trump yang terkesan mundur dari ancaman intervensi militer, setelah menyebut bahwa Iran telah menghentikan rencana eksekusi massal terhadap pengunjuk rasa, meredam kekhawatiran pasar.

Penurunan ketegangan tersebut ikut menekan premium risiko Iran yang sempat mengerek harga minyak ke level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir.

Analis pasar menyatakan data persediaan minyak mentah AS yang menunjukkan peningkatan stok juga menambah tekanan turun pada harga minyak.

Selain itu, pasar masih mencermati dinamika lain seperti rencana peningkatan produksi di Venezuela setelah Presiden Trump menyatakan AS akan mengelola industri minyak negara tersebut pasca penangkapan Presiden Nicolas Maduro, meski analis meragukan kemampuan Venezuela untuk cepat meningkatkan output.

Pergerakan harga minyak minggu ini akan terus dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik di Iran dan langkah kebijakan inventaris energi global, termasuk data persediaan AS serta potensi gangguan pasokan dari eksportir besar lainnya.

(ldy/sfr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK