Thomas Calon Deputi Gubernur, Purbaya Yakin Independensi BI Terjaga
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan independensi Bank Indonesia (BI) tetap terjaga meski Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono menjadi calon Deputi Gubernur.
Purbaya menyebut proses tersebut merupakan bagian dari pertukaran peran antara pemerintah dan bank sentral yang dinilainya wajar.
"Itu satu exchange, pertukaran yang saya pikir seimbang, nggak ada yang aneh, kalau independensi nggak ada hubungannya, kecuali nanti pada waktu ambil keputusan ada intervensi langsung dari pemerintah. Selama ini kan nggak ada," ujar Purbaya usai Rapat tertutup dengan Komisi XI DPR RI, Senin (19/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menekankan independensi BI tidak ditentukan oleh latar belakang pejabat yang menjabat, melainkan oleh proses pengambilan keputusan yang bebas dari intervensi langsung pemerintah.
Menurut Purbaya, pembagian peran antara pemerintah dan bank sentral selama ini berjalan jelas. Pemerintah fokus menjalankan kebijakan fiskal, sementara BI bertanggung jawab pada kebijakan moneter.
"BI itu independen, kita jalankan fiskal. Mereka jalankan moneter, kita koordinasi di KSSK untuk memastikan kedua kebijakan bisa menciptakan pertumbuhan yang lebih cepat seperti yang disarankan di rapat KSSK barusan dengan DPR," jelasnya.
Purbaya menambahkan koordinasi melalui Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) justru diperlukan agar kebijakan fiskal dan moneter yang masing-masing independen dapat saling mendukung dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Terkait dengan posisi Thomas akan digantikan Juda, Purbaya mengungkap belum mengetahui dengan pasti arahan Presiden Prabowo Subianto. Namun, ia memastikan akan melakukan pertemuan secepatnya dengan deputi BI tersebut.
"Saya dengar juga begitu. Nanti saya mau ketemu dengan Pak Juda, mungkin besok kali, saya mau lihat niatnya dia apa sih. Kayaknya switch ya kelihatannya. Kalau bocornya seperti itu ya? Kayaknya begitu, switch kelihatannya," jelasnya.
Sementara itu, masuknya Thomas jadi salah satu dari tiga calon pengganti Juda dibenarkan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.
Pemerintah bahkan telah mengirimkan Surat Presiden (Surpres) kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk memulai tahapan uji kelayakan dan kepatuhan (fit and proper test).
"Ada beberapa nama yang dikirimkan, salah satunya memang betul ada nama yang kita usulkan adalah Pak Wamenkeu atas nama Pak Thomas Djiwandono," ujarnya.
(ldy/sfr)