Kemendag Catat Kenaikan Harga Beras hingga Bawang Putih Jelang Ramadan
Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat kenaikan sejumlah komoditas seperti harga beras, gula pasir, hingga bawang putih menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan 2026.
Kenaikan tersebut terpantau melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).
Direktur Bina Pasar Dalam Negeri Kemendag Nawandaru Dwi Putra mengatakan sejumlah komoditas masih diperdagangkan di atas harga acuan penjualan (HAP) maupun harga eceran tertinggi (HET).
"Memang ada beberapa komoditas yang masih tercatat mengalami kenaikan di atas harga acuan maupun harga eceran tertinggi," kata Nawandaru dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah 2026 yang disiarkan melalui kanal Youtube Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Senin (19/1).
Selain beras, Nawandaru menyebut harga gula pasir turut mengalami kenaikan pasca perayaan Tahun Baru 2026, hingga pertengahan Januari. Kondisi tersebut menurutnya perlu diwaspadai, mengingat Ramadan dan Idul Fitri 2026 berlangsung kurang dari satu bulan ke depan.
Momentum tersebut berpotensi meningkatkan permintaan dan memberi tekanan lanjutan terhadap harga.
Di luar harga beras dan gula, sejumlah komoditas protein hewani juga masih berada di atas harga acuan,seperti daging sapi, daging ayam ras, dan telur ayam ras. Harga bawang merahjuga tercatat masih berada di atas harga acuan.
Sementara itu, untuk komoditas bawang putih, Nawandaru mengungkapkan kenaikan harga terjadi secara bertahap, baik untuk grade A Kating maupun grade B Honan. Kenaikan tersebut turut dipengaruhi oleh perkembangan harga di wilayah Indonesia Timur.
"Untuk grade B juga, untuk komoditas bawang putih jenis Honan juga mengalami kenaikan meskipun, kenaikan secara rata-rata nasional salah satunya dipengaruhi kenaikan signifikan di kawasan Maluku dan Papua," jelasnya.
Di sisi lain, Kemendag mencatat harga minyak goreng kemasan sederhana Minyakita secara nasional masih relatif stabil, yakni di kisaran Rp16.800 per liter. Meski demikian, pemerintah menegaskan akan terus mengawal implementasi kebijakan melalui Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 43 Tahun 2025 (Permendag 43/2025).
Dalam kesempatan yang sama, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sejumlah harga pangan strategis masih melampaui HAP maupun HET pada pekan ketiga Januari 2026.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengatakan, secara rata-rata harga telur ayam ras terus menunjukkan tren peningkatan sejak Mei 2025. Hingga pekan ketiga Januari 2026, rata-rata harga telur ayam ras mencapai Rp32.633 per kilogram, naik 0,17 persen dibandingkan Desember 2025 yang berada di level Rp32.576 per kilogram. Adapun HAP telur ayam ras ditetapkan sebesar Rp30.000 per kilogram.
BPS juga mencatat harga daging ayam ras masih berada di atas HAP, meski secara mingguan mengalami penurunan tipis sebesar 0,08 persen dibandingkan Desember 2025. Pada pekan ketiga Januari 2026, rata-rata harga daging ayam ras tercatat Rp40.252 per kilogram, masih melampaui HAP Rp40.000 per kilogram di tingkat konsumen.
Selain itu, harga bawang putih tercatat telah berada di atas HAP Rp38.000 per kilogram dan menunjukkan tren peningkatan sejak November 2025. Pada pekan ketiga Januari 2026, rata-rata harga bawang putih naik 1,88 persen dibandingkan Desember 2025 menjadi Rp39.763 per kilogram.
Hal serupa terjadi pada bawang merah. Rata-rata harga bawang merah melampaui HAP Rp36.500-Rp41.500 per kilogram dan tercatat mencapai Rp45.930 per kilogram pada pekan ketiga Januari 2026. Sementara itu, harga cabai rawit juga masih berada di atas HAP Rp40.000-Rp57.000 per kilogram, dengan rata-rata harga mencapai Rp59.507 per kilogram.
Untuk minyak goreng, BPS mencatat hingga pekan ketiga Januari 2026, harga rata-rata nasional naik 0,18 persen menjadi Rp19.616 per liter dibandingkan Desember 2025 sebesar Rp19.580 per liter. Secara lebih rinci, harga Minyakita tercatat naik 0,05 persen menjadi Rp17.417 per liter dan masih melampaui HET Rp15.700 per liter.
(lau/ins)