BGN Gelontorkan Nyaris Rp18 T untuk MBG per 20 Januari 2026
Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat realisasi anggaran Program Makan Bergizi (MBG) mendekati Rp18 triliun awal 2026. Penyerapan anggaran tersebut seiring percepatan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah sejak awal tahun.
Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan program MBG 2026 resmi dimulai sejak awal Januari. Peluncuran program tersebut dilakukan dengan jumlah SPPG yang terus bertambah dalam waktu singkat.
"Program 2026 sudah kita mulai dan kita lakukan launching untuk pada 8 Januari 2026, dengan total SPPG 19.188," kata Dadan dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR RI, Selasa (20/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dadan mengungkapkan realisasi anggaran MBG hingga pertengahan Januari 2026 mendekati Rp18 triliun. Angka tersebut menunjukkan percepatan belanja negara sejak awal tahun berjalan.
"Realisasi anggaran sampai hari ini sudah mendekati Rp18 triliun. Jadi Rp17,398 triliun per 16 Januari. Pagi ini (20/1) sudah mendekati Rp18 triliun," katanya.
Hingga pertengahan Januari, jumlah SPPG yang beroperasi telah melampaui target awal. Operasional SPPG tersebut telah menjangkau puluhan juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.
"Hari ini jumlah SPPG kita per 19 Januari malam, itu kurang lebih 21.102 SPPG dan sudah bisa menjangkau 58,3 juta penerima manfaat, dengan dana operasional harian hari ini (20/1) sudah mencapai Rp855 miliar," jelasnya.
Dadan menegaskan seluruh SPPG yang telah beroperasi saat ini dibangun dengan pendanaan mitra. Menurutnya, belum ada anggaran negara yang digunakan untuk pembangunan infrastruktur SPPG.
"Perlu saya sampaikan bahwa 21.102 SPPG yang sudah berdiri dan operasional, 100 persen dibiayai oleh mitra. Jadi belum ada uang negara di dalam pembangunan infrastruktur badan gizi nasional untuk SPPG," terangnya.
Sepanjang 2026, BGN menargetkan penambahan 28 ribu SPPG, termasuk di wilayah terpencil dan menjangkau lebih dari 80 juta penerima manfaat.
"Target 2026 itu kita perkirakan masih akan ada 28 ribu SPPG diaglomerasi dan 8.617 di daerah terpencil, dengan total prediksi penerima manfaat 82,9 juta yang kita bisa kejar," paparnya.
Pagu Anggaran MBG 2026
Anggaran program MBG tahun ini ditetapkan sebesar Rp355 triliun. Nilai tersebut terdiri dari Rp268 triliun dalam pagu APBN dan Rp67 triliun sebagai dana cadangan (standby).
Adapun untuk dana cadangan MBG akan digunakan saat anggaran yang ditetapkan di pagu habis sebelum akhir tahun.
Dibandingkan alokasi anggaran 2025 yang hanya Rp71 triliun, anggaran tahun ini melonjak sangat drastis. Sejalan dengan target penerima, yakni 82,9 juta orang sepanjang 2026.
(ldy/ins)