BRI Dorong Usaha Camilan Resep Keluarga Naik Kelas Melalui LinkUMKM

BRI | CNN Indonesia
Selasa, 20 Jan 2026 16:26 WIB
Ilustrasi. (Foto: Arsip BRI)
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus memperkuat peran dalam mendorong UMKM naik kelas melalui pemanfaatan platform LinkUMKM. Salah satu hasilnya terlihat pada pengembangan NM Kitchen, usaha camilan berbasis resep keluarga di Jakarta Selatan yang tumbuh lebih terstruktur dan adaptif.

Produk yang dijual meliputi nastar, kastengel, cheesecake, brownies, donat, puding, dan camilan lainnya. Usaha ini awalnya dirintis oleh ibunda Natalia Mutiara, dengan mengandalkan resep keluarga turun-temurun.

Kualitas produk dijaga melalui penerapan standar produksi yang konsisten sejak awal berdiri. Pada 2020, Natalia mengambil alih usaha sepenuhnya dan menyesuaikan strategi penjualan mengikuti perubahan kondisi ekonomi.

"Awalnya usaha ini dimulai dari usaha milik ibu saya pada tahun 2006. Kemudian, saat pandemi Covid-19 di tahun 2020, saya mulai melanjutkan usaha ini sepenuhnya. Karena kondisi yang mengharuskan semua orang di rumah dan kebutuhan ekonomi yang mendesak, saya memutuskan untuk berjualan sendiri," ujarnya.

Dalam mengembangkan usaha, Natalia memanfaatkan platform LinkUMKM BRI untuk pembelajaran dan pendampingan. LinkUMKM merupakan platform digital BRI yang dirancang mendukung UMKM naik kelas melalui pendekatan sistematis dan berkelanjutan.

Platform ini memperkuat kapasitas UMKM dengan strategi berbasis data dan teknologi. Salah satu fiturnya adalah Self Assessment Naik Kelas yang memetakan posisi usaha dan memberikan rekomendasi pelatihan yang sesuai.

LinkUMKM juga menyediakan akses pendampingan dan perluasan pasar melalui UMKM Smart, Coaching Clinic, Etalase Digital, dan Komunitas. Platform ini didukung lebih dari 690 modul pelatihan daring dan luring serta terhubung dengan jaringan Rumah BUMN.

Natalia pertama kali mengenal LinkUMKM saat mengikuti pelatihan di Rumah BUMN Jakarta. Dari kegiatan tersebut, ia mulai memanfaatkan modul pembelajaran, terutama terkait manajemen pemasaran, untuk diterapkan dalam usaha sehari-hari.

"Saya pertama kali mengenal LinkUMKM BRI saat mengikuti pelatihan di Rumah BUMN Jakarta. Saat itu, ada sesi sosialisasi tentang platform LinkUMKM yang membantu pelaku usaha untuk belajar dan mengembangkan bisnis. Dari sana saya mulai tertarik untuk bergabung dan saya lebih menyempatkan diri untuk membaca modul-modul pembelajaran di LinkUMKM," tutur dia.

Penjualan NM Kitchen dijalankan secara online melalui WhatsApp dan Instagram untuk menerima pesanan dan berkomunikasi langsung dengan pelanggan. Dari sisi produksi, NM Kitchen menggunakan bahan fresh dan proses pembuatan dilakukan sendiri untuk menjaga konsistensi rasa.

Standar produksi diterapkan pada setiap pesanan agar kualitas produk dan layanan tetap konsisten. Pendekatan ini membantu NM Kitchen mempertahankan kepercayaan pelanggan.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, mengatakan LinkUMKM menjadi bagian dari pendekatan BRI dalam memperkuat kompetensi dan memperluas akses pengembangan UMKM.

"LinkUMKM dirancang untuk memperkuat kemampuan pelaku usaha melalui pembelajaran yang aplikatif, pendampingan, dan akses pengembangan pasar," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (20/1).

Ia melanjutkan, NM Kitchen menjadi bukti bahwa ekosistem pembelajaran dan pendampingan yang tepat dapat mempercepat penguatan kapasitas usaha hingga naik kelas.

"BRI akan terus memperkuat UMKM agar semakin tangguh, inklusif, dan siap naik kelas sebagai penggerak ekonomi nasional," pungkas Akhmad.

(rir)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK