Patriot Bonds II Siap Meluncur, Danantara Incar Rp20 T
BPI Danantara disebut bakal menerbitkan Obligasi Patriot Jilid II (Patriot Bonds II) untuk menghimpun Rp20 triliun pada paruh pertama 2026. Penerbitan ini menjadi kelanjutan dari penjualan Patriot Bond yang dilakukan pada akhir tahun lalu.
Melansir Bloomberg, sejumlah sumber menyebutkan kupon obligasi yang ditawarkan diperkirakan di bawah tingkat suku bunga pasar. Pembahasan masih berlangsung dan ketentuan penerbitan masih dapat berubah.
Pada penerbitan pertama, Danantara menerbitkan obligasi bertenor lima dan tujuh tahun dengan kupon sekitar 2 persen. Sebagai perbandingan, imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia tenor tujuh tahun saat ini berada di kisaran 6,2 persen.
Meski target awal penghimpunan dana pada penerbitan perdana sebesar US$3,1 miliar setara dengan Rp52,5 triliun (asumsi kurs Rp16.960 per dolar AS), realisasi akhirnya mencapai US$3,6 miliar (Rp61 triliun) setelah dilakukan penjualan tambahan obligasi.
Lihat Juga : |
Danantara belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi terkait penerbitan surat utang baru itu.
Sumber yang sama menyebutkan, penerbitan Patriot Bonds II akan menyasar konglomerat sektor kelapa sawit serta kelompok elite bisnis yang belum berpartisipasi pada penerbitan tahap pertama.
Skema penggalangan dana melalui patriot bond ini juga telah dipresentasikan Danantara kepada Presiden Prabowo Subianto awal bulan ini, bersamaan dengan pemaparan agenda Danantara untuk 2026, satu tahun setelah pembentukannya.
Pada penerbitan sebelumnya, Patriot Bonds Danantara menarik partisipasi sejumlah keluarga terkaya di Indonesia, termasuk Franky Widjaja, bos Grup Sinar Mas yang memiliki bisnis di sektor kelapa sawit dan properti.
Danantara membutuhkan tambahan modal seiring rencana peningkatan investasi, baik di dalam maupun luar negeri. Lembaga ini dipandang Presiden Prabowo sebagai instrumen strategis untuk mendorong ambisi pertumbuhan ekonomi nasional.
Sejauh ini, Danantara telah menghimpun sekitar US$5 miliar (Rp84,8triliun) dari dividen badan usaha milik negara (BUMN) yang kini berada di bawah pengelolaannya.
Selain itu, Danantara juga mengantongi persetujuan fasilitas kredit sindikasi tanpa jaminan senilai US$1 miliar (Rp16,9 triliun) dari perbankan luar negeri, serta komitmen kerja sama dari sejumlah lembaga keuangan asing, termasuk Japan Bank for International Cooperation.
Rencana penjualan Patriot Bonds II ini diperkirakan menambah kekhawatiran di kalangan orang-orang terkaya di Indonesia, di tengah langkah pemerintah memperketat pengawasan terhadap kelompok berpenghasilan tinggi.
Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah individu dan perusahaan besar dilaporkan mendapat tekanan untuk membayar pajak tambahan guna menutup defisit penerimaan negara.
Prabowo juga menyatakan pemerintah berencana merebut kembali jutaan hektare lahan tambahan, di luar sekitar 4 juta hektare yang sebelumnya telah diambil alih dari perusahaan besar domestik.
Patriot Bond dipandang sebagai salah satu upaya pemerintah mendorong kontribusi kalangan kaya dalam mendukung agenda pembangunan nasional dan kebijakan kesejahteraan, mulai dari program makan gratis bagi pelajar hingga penyediaan perumahan murah.
Indonesia sendiri merupakan rumah bagi sejumlah miliarder terbesar di Asia Tenggara, dengan total kekayaan 10 orang terkaya mencapai lebih dari US$180 miliar (Rp3.051 triliun).
(lau/sfr)