162 Huntara BUMN Konstruksi di Pidie Jaya Aceh Siap Dihuni

CNN Indonesia
Kamis, 22 Jan 2026 05:30 WIB
PT Brantas Abipraya (Persero) menyatakan 162 unit hunian Sementara (Huntara) bagi warga terdampak bencana di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, siap dihuni.
PT Brantas Abipraya (Persero) menyatakan 162 unit hunian Sementara (Huntara) bagi warga terdampak bencana di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, siap dihuni. (Dok. PT Brantas Abipraya (Persero).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Brantas Abipraya (Persero) menyatakan 162 unit hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, siap dihuni.

Direktur Operasi I Brantas Abipraya Muhammad Toha Fauzi menyampaikan penyelesaian huntara ini mencerminkan peran aktif BUMN dalam hadir membantu masyarakat pada situasi darurat.

"Kami berupaya agar Huntara ini tidak hanya menjadi tempat tinggal sementara, tetapi juga ruang yang aman dan nyaman bagi warga untuk kembali menata kehidupan pascabencana," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (21/1).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebanyak 162 unit huntara yang dibangun BUMN konstruksi ini diharapkan bisa menghadirkan tempat tinggal yang aman, layak, dan bermartabat bagi warga terdampak.

Hunian ini dilengkapi dengan fasilitas pendukung yang memadai guna menunjang kebutuhan dasar dan aktivitas sehari-hari masyarakat selama masa pemulihan.

Tak hanya menyediakan hunian, kawasan huntara di Pidie Jaya juga dilengkapi dengan taman bermain dan lapangan terbuka ramah anak. Fasilitas ini dihadirkan sebagai ruang aman bagi anak-anak untuk beraktivitas, berinteraksi, serta menumbuhkan kembali rasa nyaman dan keceriaan pascabencana.

Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya menyambut baik selesainya pembangunan Huntara tersebut dan mengapresiasi kontribusi Brantas Abipraya beserta seluruh pihak yang terlibat.

Kehadiran huntara diharapkan dapat menjadi solusi sementara yang layak sambil menunggu pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak.

Pembangunan huntara ini merupakan wujud komitmen Brantas Abipraya dalam mendukung percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana serta memastikan masyarakat mendapatkan tempat tinggal sementara yang layak.

Hunian ini dilaksanakan melalui kolaborasi bersama Danantara Indonesia, BP BUMN, dan BUMN Karya, sehingga pembangunan dapat dilakukan secara terukur, cepat, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

"Ke depan, Brantas Abipraya akan memperkuat komitmen untuk percepatan pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam penanganan dan pemulihan pascabencana di berbagai wilayah Indonesia," ungkap Toha.

Tak hanya membangun kembali di Aceh, Brantas Abipraya bersama Kementerian PU mendukung percepatan pemulihan di Sumatera Barat. Sinergi ini diwujudkan melalui berbagai upaya tanggap darurat hingga rehabilitasi infrastruktur terdampak.

"Lamanya waktu pemulihan dipengaruhi oleh beragam pekerjaan infrastruktur yang terdampak, mulai dari sektor jalan dan jembatan hingga sumber daya air. Sebab, sejumlah proyek fisik membutuhkan waktu lebih panjang dan tidak bisa diselesaikan secara cepat," imbuh Menteri PU Dody Hanggodo.

Pemerintah, sambung Dody, menargetkan percepatan pemulihan infrastruktur daerah melalui sinergi antara pemerintah pusat dan daerah agar aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat di wilayah terdampak dapat segera pulih secara berkelanjutan.

[Gambas:Video CNN]

(ldy/sfr)