Lewat Kopdes, Warga Desa Kini Bisa Bayar Token Listrik dari Rumah

CNN Indonesia
Rabu, 21 Jan 2026 18:40 WIB
PLN menghadirkan layanan pembayaran listrik berbasis Kopdes Merah Putih yang memungkinkan warga desa membayar melalui agen koperasi.
PLN menghadirkan layanan pembayaran listrik berbasis Kopdes Merah Putih yang memungkinkan warga desa membayar melalui agen koperasi. (Foto: Dirut PLN Darmawan Prasodjo)
Jakarta, CNN Indonesia --

PT PLN (Persero) menghadirkan layanan pembayaran tagihan dan pembelian token listrik berbasis Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) yang memungkinkan warga desa membayar listrik langsung dari rumah melalui agen koperasi.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan layanan tersebut menggunakan platform WhatsApp Agen Kopdes Merah Putih yang terhubung langsung dengan server pembayaran PLN.

Dengan skema ini, agen koperasi dapat mendatangi rumah warga untuk melayani transaksi pembayaran maupun pembelian token listrik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami menghadirkan transaksi pembayaran dan pembelian token listrik melalui platform WhatsApp Agen Koperasi Desa Merah Putih. Agen-agen koperasi bisa mendatangi rumah-rumah dan langsung membayar listrik di rumahnya masing-masing," ujar Darmawan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (21/1).

Selain memudahkan masyarakat, Darmawan menyebut skema ini juga dirancang sebagai sumber pendapatan bagi koperasi desa. Setiap transaksi dikenakan biaya administrasi sekitar Rp2.000 yang menjadi pemasukan langsung koperasi.

"Setiap ada transaksi pembayaran itu ada transaksi cost sekitar Rp2.000 dan ini menjadi penghasilan Koperasi Desa Merah Putih," katanya.

Ia menjelaskan bila satu koperasi melayani sekitar 1.000 rumah, maka potensi pendapatan rutin koperasi bisa mencapai sekitar Rp2 juta per bulan.

Bahkan, rata-rata wilayah kerja Kopdes Merah Putih mencakup sekitar 5.000 hingga 8.000 rumah, sehingga dapat menjadi sumber biaya operasional koperasi secara berkelanjutan.

"Artinya akan ada recurring income yang menjadi biaya operasional untuk Koperasi Desa Merah Putih," lanjut Darmawan.

Menurut Darmawan, platform ini memang dirancang khusus untuk Kopdes Merah Putih dan tidak digunakan untuk skema lain, agar agen koperasi bisa menjalankan tugasnya dengan mudah. Ia menyebut program tersebut sudah diluncurkan dan berjalan, serta akan terus dievaluasi untuk pengembangan skala nasional.

"Platform ini kami desain spesifik untuk koperasi desa Merah Putih dan ini sudah kami luncurkan serta berjalan," tutupnya.

[Gambas:Video CNN]

(del/pta)