Bulog Salurkan 53 Ribu Ton Lebih Beras untuk Korban Banjir Sumatra
Perusahaan Umum Badan Usaha Logistik (Perum Bulog) melaporkan telah menyalurkan 53 ribu ton lebih beras untuk bantuan korban banjir dan tanah longsor di Sumatra.
Sejak bencana terjadi pada akhir November 2025 hingga per Selasa (20/1), Bulog mencatat total bantuan beras yang dimobilisasi mencapai 53.586 ton. Bantuan tersebut disalurkan ke tiga provinsi terdampak, yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
"Total bantuan yang telah kami mobilisasi meliputi 53.586 ton beras bantuan bencana, kemudian 6.515 kiloliter minyak goreng, serta CSR Bulog dalam bentuk Bulog Peduli," ujar Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (21/1).
Rizal menjelaskan penyaluran dilakukan dengan skema penguatan suplai di tiap daerah. Bulog bahkan melipatgandakan permintaan bantuan dari pemerintah daerah.
"Kemarin Aceh minta 10 ribu ton tambahan beras, kami tambahkan menjadi 30 ribu ton. Tujuannya supaya masyarakat betul-betul tidak ada lagi yang tidak mendapat dukungan bahan pangan, khususnya beras," katanya.
Untuk memastikan distribusi berjalan cepat, Bulog juga menyiagakan stok beras di bandara dan pelabuhan utama di wilayah terdampak.
"Di Bandara Aceh, Lanud Suwondo Sumatera Utara, dan Bandara Padang kami standby-kan setiap hari 50 ton beras. Jadi begitu BNPB, Kodam, atau Polda membutuhkan, langsung bisa didorong ke daerah terisolir," jelas Rizal.
Berdasarkan data Bulog, hingga kini cadangan beras pemerintah yang telah disalurkan untuk penanganan bencana mencapai 14.435 ton di Aceh, 5.098 ton di Sumatera Utara, dan 1.069 ton di Sumatera Barat.
Sementara stok yang masih dikuasai Bulog terbilang aman, masing-masing 61.721 ton di Aceh, 17.425 ton di Sumut, dan 5.627 ton di Sumbar. Di Aceh, Bulog juga menyiapkan tambahan stok menghadapi tradisi Meugang menjelang Ramadan.
"Kami siapkan stok sebanyak-banyaknya, jangan sampai setelah kena bencana malah kesulitan logistik. Beras, minyak goreng, dan gula sudah kami dorong tambahan ke Aceh," ujar Rizal.
Bulog mengakui tantangan distribusi masih terjadi, terutama di wilayah terisolir seperti Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Bener Meriah. Untuk itu, distribusi dilakukan melalui jalur darat maupun udara, termasuk memanfaatkan dukungan TNI AU dan TNI AL.
Selain beras dan minyak goreng, Bulog juga menyalurkan bantuan CSR berupa sembako, pakaian layak pakai, hingga peralatan kebutuhan harian kepada korban bencana.
(del/ins)