Strategi Investasi Emas saat Harga Tembus Rp3 Juta per Gram

CNN Indonesia
Kamis, 22 Jan 2026 14:30 WIB
Pengamat pasar keuangan mengungkap strategi aman untuk investasi emas di tengah lonjakan harga yang menembus Rp3 juta per gram.
Pengamat pasar keuangan mengungkap strategi aman untuk investasi emas di tengah lonjakan harga yang menembus Rp3 juta per gram. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Harga emas domestik kembali mencuri perhatian setelah menembus level Rp3 juta per gram di sejumlah lokapasar (marketplace).

Lonjakan ini membuat banyak masyarakat mulai mempertanyakan, masihkah emas layak dibeli, dan bagaimana strategi berinvestasi di tengah harga yang sudah tinggi?

Berdasarkan pantauan pada Rabu (21/1), emas batangan Antam ukuran 1 gram di sejumlah marketplace dijual di atas Rp3 juta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengutip unggahan Instagram resmi @antamlogammulia, emas Antam di Tokopedia dibanderol Rp3,094 juta per gram.

Di Shopee, harga emas bahkan menembus Rp3,246 juta per gram. Sementara di Blibli dijual Rp3,055 juta per gram, lalu di TikTok Shop dan Lazada masing-masing Rp3,092 juta dan Rp3,094 juta per gram.

Pengamat pasar keuangan Ibrahim Assuaibi menilai tren kenaikan harga emas dunia masih berpotensi berlangsung cukup panjang.

Ia memperkirakan momentum penguatan bisa bertahan hingga 2028, seiring dinamika global yang masih sarat ketidakpastian.

"Tren kenaikan harga emas dunia logam mulia ini kemungkinan sampai tahun 2028, sampai masa jabatan Trump berakhir," ujar Ibrahim kepada CNNIndonesia.com, Rabu (21/1).

Menurut Ibrahim, kepemimpinan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membawa pengaruh besar terhadap ekonomi global, terutama melalui faktor geopolitik dan perang dagang.

Kondisi tersebut mendorong investor memburu aset aman seperti emas. Ia memproyeksikan harga emas dunia pada 2026 berpotensi menembus US$5.500 per troy ons, dengan lonjakan harga emas global di kisaran US$3.500 per ons.

Faktor geopolitik, lanjut Ibrahim, menjadi pendorong utama. Mulai dari konflik Rusia-Ukraina, ketegangan Uni Eropa dan AS, hingga isu Greenland yang memicu friksi NATO turut menciptakan gejolak pasar yang membuat emas terus diburu.

Di dalam negeri, pelemahan rupiah juga ikut mengerek harga emas domestik.

Meski demikian, Ibrahim mengingatkan agar masyarakat tidak gegabah masuk ke pasar emas di tengah harga yang sudah tinggi. Ia menyarankan pembelian dilakukan secara bertahap.

"Bagi pemula belilah dengan cara mencicil, bisa melalui Pegadaian atau bullion bank. Jangan langsung beli besar," ucapnya.

Senada, pengamat pasar keuangan Ariston Tjendra menilai tren kenaikan emas masih terbuka setidaknya sepanjang 2026. Ia menyebut penurunan suku bunga acuan AS, kebijakan tarif resiprokal Trump, dan ketidakpastian global sebagai kombinasi yang mendorong harga emas naik lebih jauh.

"Ada kemungkinan bisa naik hingga US$5.000 sampai US$6.000 per troy ons," ujar Ariston.

Namun Ariston juga mengingatkan harga emas saat ini sangat volatil. Meski peluang beli masih terbuka, investasi emas bukan untuk tujuan jangka pendek.

"Karena secara history, harga emas pernah sideways cukup lama. Jadi kalau masuk di harga ini, investor harus tahu risikonya," ujarnya.

Kenaikan harga emas ini tercermin pada seluruh produk logam mulia di pasar domestik. Di Pegadaian, emas Galeri24 dipatok Rp2,823 juta per gram dan emas UBS tembus Rp2,886 juta per gram.

Di pasar global, harga emas dunia juga melonjak tajam dan mencetak rekor baru pada perdagangan Rabu (21/1) waktu setempat.

Harga emas spot menembus US$4.885,11 per ons, naik 2,6 persen, setelah sempat menyentuh rekor intraday di US$4.887,82 per ons. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari menguat 2,6 persen ke posisi US$4.888,20 per ons.

Sebagai catatan tambahan, harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada Kamis (22/1) kembali mencetak rekor baru dan kian mendekati level Rp2,8 juta per gram.

Berdasarkan data resmi Logam Mulia Antam pukul 08.30 WIB, harga emas 1 gram naik menjadi Rp2,790 juta per gram, naik Rp18 ribu dibandingkan hari sebelumnya.

Meski harga jual naik, harga buyback Antam justru sedikit terkoreksi ke Rp2,635 juta per gram, sehingga selisih jual-beli berada di kisaran Rp155 ribu per gram. Kenaikan juga terjadi pada seluruh pecahan, mulai dari 0,5 gram hingga 100 gram.

[Gambas:Video CNN]

(del/sfr)