KUR BRI Antar UMKM Kabanjahe Naik Kelas, Jadi Laundry Express & Bimbel

BRI | CNN Indonesia
Kamis, 22 Jan 2026 14:05 WIB
Kesulitan modal yang dihadapi Sari teratasi ketika seorang petugas BRI datang mengunjungi. Dari pertemuan itulah Sari mengenal Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI.
(Foto: arsip BRI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Memegang teguh keyakinan bahwa setiap peluang kecil tetap dapat membuahkan hasil dengan tekad dan kerja keras, Sari Handayani Daulay (39) asal Kabanjahe, Kabupaten Tanah Karo, Sumatra Utara memulai usaha sederhana dengan membuat es buah yang dijual berkeliling kampung serta dititipkan di kedai-kedai kecil sekitar wilayah Karo.

Dari usaha sederhana tersebut, Sari melihat peluang lain, yaitu jualan mainan anak. Ia pun menjajal kesempatan itu. Namun ternyata, Sari diwajibkan memenuhi minimal pengambilan barang agar mendapatkan harga lebih murah dari distributor.

Kesulitan modal yang sempat menghambat pertumbuhan usahanya teratasi ketika seorang petugas BRI datang mengunjungi. Dari pertemuan itu, Sari mengenal Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi ada petugas BRI yang mungkin tahu saya punya usaha, lalu ditawari KUR BRI. Saya dijelaskan apa itu KUR dan persyaratannya dan dari situ saya tertarik mencoba," kata Sari.

Sari menyebut, proses pengajuan KUR terbilang mudah. Pengajuan pertama memberi pinjaman sebesar Rp5 juta, yang kemudian setelah pelunasan meningkat menjadi Rp25 juta pada pengajuan kedua. Dana ini langsung digunakan untuk memperluas usaha, mulai dari merekrut pegawai, hingga merintis peluang usaha lain.

Saat pandemi Covid-19 melanda, Sari melihat kebutuhan baru, yaitu pendampingan belajar anak yang tidak bisa mengikuti sekolah tatap muka. Dari sini, lahir usaha bimbingan belajar, diikuti usaha laundry ekspress yang didukung pinjaman BRI sebesar Rp100 juta pada 2023.

Kini, roda usaha Sari bergerak semakin stabil. Usaha mainan anak kini dilanjutkan oleh sang adik, sementara Sari fokus mengembangkan bimbingan belajar dan laundry express yang semakin ramai pelanggan.

"KUR sangat membantu, terutama di awal menjalankan usaha. Kemajuan bisnis saya sekarang ini tentu berkat KUR BRI. Proses pencairan dana juga cepat, sekitar 3-4 hari. Sebelumnya, kalau pinjam uang di sini kan ke rentenir, duitnya nggak bisa muter, malah habis buat bayar utang. Kalau di BRI bunganya ringan, jadi sebagai pemilik usaha nggak merasa berat," tutur Sari.

Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI, Dhanny mengungkapkan bahwa KUR BRI ditujukan untuk membantu pelaku UMKM agar semakin produktif. Pembiayaan KUR memberikan dampak nyata terhadap penguatan sektor riil dan penciptaan lapangan kerja di berbagai daerah.

"Kisah dari Sari Handayani Daulay menjadi salah satu contoh dengan pendanaan KUR, pelaku UMKM di daerah bisa terus berkembang usahanya. Kami juga terus memberikan pendampingan kepada dan pemberdayaan bagi pelaku usaha untuk bisa naik kelas," ujar Dhanny.

Dhanny menambahkan, KUR BRI bukan hanya sekedar instrumen pembiayaan, tetapi katalis yang mampu menggerakan ekonomi rakyat. Langkah ini merupakan peran BRI dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi inklusif, dengan UMKM menjadi penopang utamanya.

Hingga Desember 2025, BRI menyalurkan KUR sebesar Rp178,08 triliun kepada 3,8 juta debitur, yang didominasi oleh sektor produksi mencakup pertanian, perikanan, perdagangan, industri pengolahan, dan jasa lainnya, dengan porsi sebesar 64,49 persen dari total penyaluran KUR BRI.

Sektor pertanian menjadi kontributor utama dengan pembiayaan mencapai Rp80,09 triliun atau setara 44,97 persen dari keseluruhan KUR yang telah disalurkan. Capaian ini dinilai merefleksikan komitmen BRI dalam memperkuat sektor riil.

(rea/rir)


[Gambas:Video CNN]