Purbaya soal Target Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen 2026: Masih Realistis
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan target pertumbuhan ekonomi Indonesia 6 persen pada 2026 masih realistis. Hal itu didukung penguatan koordinasi kebijakan fiskal dan moneter serta perbaikan iklim investasi.
Purbaya menyampaikan hal tersebut usai melantik Pejabat Pegawai Direktorat Jenderal Pajak di Kantor Pelayanan Pajak Jakarta Utara, Kamis (22/1).
Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) saat ini, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen. Namun, pemerintah ingin mendorong laju pertumbuhan yang lebih tinggi pada tahun-tahun berikutnya.
"APBN target 5,4 persen, 2026 saya ingin dorong ke 6 persen," ujar Purbaya.
Menurut Purbaya, pencapaian target tersebut membutuhkan sinkronisasi kebijakan antara pemerintah dan Bank Indonesia (BI), khususnya dalam menjaga stabilitas makroekonomi serta mendorong masuknya investasi.
Dengan kebijakan yang semakin sinkron, kata dia, arus investasi asing diyakini akan meningkat. Purbaya menilai masuknya modal asing akan memperkuat pertumbuhan ekonomi, pasar keuangan, serta nilai tukar rupiah.
"Dengan sinkronisasi Bank Sentral, perbaikan iklim investasi, dan menutup kebocoran termasuk barang ilegal, harusnya bisa," ujarnya.
Purbaya juga menegaskan, pemerintah akan terus memperbaiki fundamental ekonomi nasional melalui penguatan penerimaan negara dan pengawasan terhadap kebocoran fiskal. Langkah tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat dan berkelanjutan.
Adapun pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,12 persen secara tahunan (yoy) pada kuartal II (Q2) 2025 berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Akan tetapi, torehan itu bukan yang tertinggi di jajaran negara ASEAN.
Baru empat negara Asia Tenggara yang mengumumkan pertumbuhan ekonomi kuartal II 2025. Selain Indonesia, ada Malaysia, Singapura, dan Vietnam.
Pertumbuhan ekonomi tertinggi di ASEAN kuartal ini dicatatkan Vietnam, merujuk laporan Reuters. Perekonomian Negeri Bintang Emas itu tumbuh 7,96 persen (yoy) pada kuartal II 2025.
Meskipun begitu, ekonomi Indonesia tumbuh di atas perkiraan sejumlah pihak. Bahkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih tinggi dibandingkan negara adidaya Amerika Serikat (AS).
Negeri Paman Sam mencatat pertumbuhan ekonomi 3 persen kuartal ini. Catatan itu lebih tinggi dari prediksi 2,3 persen.
Pada saat yang sama, ekonomi China tumbuh 5,2 persen di kuartal II 2025. Pertumbuhan Negeri Tirai Bambu melambat dibandingkan kuartal I, 5,4 persen tetapi di atas prediksi 5,1 persen.
(lau/ins)