Pemerintah Optimis Prospek Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di 2026

Kemenko Perekonomian | CNN Indonesia
Sabtu, 24 Jan 2026 22:56 WIB
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto. (Foto: Arsip Kemenko Perekonomian)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah menyatakan optimisme terhadap prospek perekonomian Indonesia yang diprediksi tetap tangguh di masa mendatang. Keyakinan ini didasarkan pada fundamental ekonomi yang terjaga serta stabilitas makroekonomi yang terus menunjukkan penguatan secara konsisten.

Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,0% pada 2025 dan 5,1% pada 2026. Angka tersebut menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di tingkat global saat ini.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, menilai proyeksi IMF tersebut mencerminkan kuatnya kondisi ekonomi domestik.

"Proyeksi IMF ini menunjukkan bahwa fundamental perekonomian Indonesia tetap kuat dan terjaga, meskipun tekanan global masih cukup tinggi. Pemerintah terus memastikan kebijakan yang diambil bersifat responsif dan antisipatif guna menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (24/1).

Selama satu dekade terakhir, ekonomi Indonesia secara stabil tumbuh di kisaran 5% melalui efektivitas kebijakan makroekonomi. Capaian ini didukung oleh inflasi yang terkendali serta disiplin fiskal dalam pengelolaan anggaran negara secara kredibel.

Pengelolaan fiskal yang hati-hati dengan menjaga defisit anggaran pada batas aman telah meningkatkan kepercayaan pasar internasional. Hal ini menjadi faktor utama yang menopang ketahanan ekonomi nasional di tengah volatilitas pasar keuangan dunia.

Ke depan, Indonesia dinilai memiliki ruang pertumbuhan yang lebih besar melalui perbaikan iklim investasi dan efisiensi modal. Posisi strategis Indonesia dalam peta ekonomi global turut membuka peluang investasi jangka panjang bagi para pelaku usaha.

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4% dalam asumsi makro APBN 2026 mendatang. Target tersebut diyakini dapat tercapai apabila realisasi investasi dan tingkat konsumsi domestik terus menunjukkan tren penguatan.

Meskipun proyeksi IMF sedikit di bawah target APBN, pemerintah tetap optimistis melalui sinergi kebijakan fiskal dan moneter. Langkah ini dilakukan melalui percepatan belanja produktif serta perluasan akses pasar untuk memperkuat struktur ekonomi.

Tantangan berupa ketidakpastian global dan fluktuasi pasar keuangan tetap menjadi perhatian serius dalam koordinasi kebijakan. Oleh karena itu, Pemerintah terus memperkuat koordinasi kebijakan, menjaga stabilitas makroekonomi, serta mendorong peningkatan produktivitas nasional guna memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

"Ke depan, Pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas ekonomi dan memperkuat daya saing nasional agar pertumbuhan ekonomi tetap berada pada jalur yang positif serta mampu menciptakan peluang yang lebih luas bagi masyarakat," pungkas Haryo.

(rir)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK