Cuaca Ekstrem, Distribusi BBM ke NTT Terhambat

CNN Indonesia
Minggu, 25 Jan 2026 18:21 WIB
Distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur terhambat karena cuaca buruk dalam beberapa pekan terakhir.
Ilustrasi. Distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur terhambat karena cuaca buruk dalam beberapa pekan terakhir. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Pertamina Patra Niaga Jawa Timur Bali Nusa Tenggara (Jatimbalinus) menyatakan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur terhambat karena cuaca buruk dalam beberapa pekan terakhir.

"Kondisi cuaca ekstrem menyebabkan aktivitas pelayaran pengangkut BBM dari Kupang ke wilayah kepulauan mengalami penundaan," kata Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi dalam keterangan di Kupang, Sabtu (24/1) dikutip dari Antara.

Hal ini disampaikannya berkaitan dengan penyebab pemadaman listrik di Kabupaten Rote Ndao karena alasan pasokan BBM untuk PLN di wilayah itu terhambat karena cuaca buruk.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ahad menjelaskan bahwa cuaca buruk sejak 13 Januari 2026 mengakibatkan diterbitkannya edaran larangan berlayar oleh KSOP Kupang sehingga distribusi energi ke beberapa wilayah tidak dapat dilakukan secara optimal.

"Imbas keterbatasan pasokan BBM untuk pembangkit listrik, sempat dilakukan pemadaman dari PLN," ujar dia.

Namun untuk mencegah tidak beroperasinya SPBU di Rote Ndao, seluruh SPBU di Kabupaten Rote Ndao tetap beroperasi dengan menggunakan genset dari pagi hingga sore hari guna memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.

Ahad menambahkan, Pertamina Patra Niaga juga telah melakukan penyesuaian penyaluran SPBU kepada masyarakat sejak Kamis (22/1) dengan pertimbangan untuk menjaga stok sembari menunggu update dari KSOP terkait izin berlayar kapal.

"Koordinasi dengan KSOP dan BMKG Rote Ndao terkait kendala cuaca buruk juga telah dilaksanakan untuk update berkala terkait persetujuan berlayar mengingat potensi kondisi stok kritis BBM di Pulau Rote," ujar dia.

Lebih lanjut, kata dia, Terminal BBM Tenau sebagai supply point telah mengajukan permohonan prioritas sandar dan loading untuk kapal tujuan wilayah Rote Ndao, termasuk Sabu Raijua.

Koordinasi dengan Pemkab Rote Ndao dan APH pun dilaksanakan untuk meminimalkan potensi penyalahgunaan seperti pelangsir dan melakukan blokir nopol bagi kendaraan yang terindikasi pelangsir.

"Terakhir seluruh SPBU telah diarahkan untuk menyalurkan BBM sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan mengutamakan penjualan kepada kendaraan," tambah dia.
Ahad menambahkan Pertamina Patra Niaga dalam praktiknya selalu memastikan kebutuhan energi masyarakat terpenuhi.

Dalam proses distribusi, Pertamina masif melaksanakan pemantauan di lapangan sebagai upaya memastikan stok mencukupi, termasuk koordinasi lintas sektor dalam rangka percepatan distribusi.

Selanjutnya Pertamina Patra Niaga terus melakukan koordinasi intensif dengan KSOP, BMKG, pemerintah daerah, serta aparat penegak hukum untuk percepatan distribusi setelah kondisi cuaca memungkinkan.

Selain itu, penyesuaian penyaluran BBM dilakukan untuk menjaga ketersediaan stok dan mencegah terjadinya kondisi kritis.

(antara/mik)


[Gambas:Video CNN]