Investor Dubai Investasi Rp4 T ke IKN, Bangun Mal hingga Masjid
Investor asal Dubai, Uni Emirat Arab (UAE), Ayedh Dejem Group berinvestasi Rp4 triliun di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.
Kesepakatan investasi itu ditandai dengan Penandatanganan Kerja Sama yang dilakukan oleh Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Sudiro Roi Santoso dengan Chairman Ayedh Dejem Group, Syeikh Ayedh Dejem pada Jumat lalu (23/01).
Investasi tersebut mencakup pemanfaatan lahan seluas 9,7 hektare di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) 1A, yang terletak di posisi strategis tepat di samping Plaza Bhinneka Tunggal Ika. Di lokasi ini, Ayedh Dejem Group akan mengembangkan kompleks perkantoran, area komersial, pusat perbelanjaan (shopping mall), serta fasilitas ibadah berupa masjid.
"Perkiraan nilai investasi sebesar kurang lebih Rp4 triliun yang akan diawali dengan perencanaan melalui pendetilan di perencanaan, kemudian proses perizinan dan juga proses pelelangan kontraktor selama kurang lebih selambat-lambatnya satu setengah tahun sejak tanggal penandatangan perjanjian," ujar Roi dalam keterangan resmi, Minggu (25/1).
Lihat Juga :REKOMENDASI SAHAM Intip Saham Pendulang Cuan di Pekan Terakhir Januari |
Sesuai dengan tahapan tersebut, pembangunan konstruksi fisik segera dimulai pada pertengahan 2027, dan terus berlangsung secara berkelanjutan hingga lima tahun ke depan.
Chairman Ayedh Dejem Group, Syeikh Ayedh Dejem menilai pertumbuhan ekonomi RI tumbuh signifikan, begitu pun di IKN.
"Bidang kami adalah pengembang real estat. Melihat populasi dan ukuran negara Indonesia yang besar, serta posisi kami dari Dubai yang berada di antara 20 ekonomi terbesar dunia, kami sangat mengharapkan pertumbuhan yang signifikan di bidang pengembangan real estate di Nusantara," ucapnya.
Deal investasi ini merupakan buah dari proses panjang dan komitmen serius antara Indonesia dan UEA. Sebelumnya, Ayedh Dejem Group telah melakukan kunjungan langsung ke lokasi pembangunan di Nusantara dan menandatangani Non-Disclosure Agreement (NDA) pada 8 Mei 2025.
(pta)