Viva Yoga Dorong Produk UMKM di Kawasan Transmigrasi Bisa Ekspor
Kementerian Transmigrasi (Kementrans) terus mendorong pengembangan kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui optimalisasi potensi unggulan daerah.
Hal ini ditegaskan oleh Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi dalam kunjungan ke Kabupaten Mesuji, Lampung, pada Jumat (23/1). Kabupaten Mesuji, yang merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Tulang Bawang pada 2008 lalu, dinilai menunjukkan pengaruh budaya kuat dari para transmigran asal Jawa dan Bali.
Di sepanjang jalan menuju kawasan transmigrasi, terdapat banyak bangunan sanggah dan pura keluarga di depan rumah warga, serta pura desa di beberapa lokasi, mirip dengan karakteristik permukiman di Bali.
Viva Yoga mengatakan, Mesuji merupakan salah satu produk kabupaten dari program transmigrasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Transmigrasi yang dilakukan oleh pemerintah sejak jaman Presiden Soekarno hingga saat ini telah melahirkan desa definitif sebanyak 1.567 desa, 466 kecamatan, 116 kabupaten, dan 3 provinsi, yakni Provinsi Kalimantan Utara, Papua Selatan, dan Sulawesi Barat," ujar Viva Yoga di Mesuji.
Program transmigrasi ini disebut tidak hanya menghasilkan pembentukan wilayah administrasi baru, tetapi juga menciptakan daerah pertumbuhan ekonomi dan sosial. Sebagai bukti perkembangan tersebut, Viva Yoga Mauladi menghadiri acara panen melon di Desa Tanjung Menang Raya, Kecamatan Mesuji Timur.
Acara panen melon tersebut berlangsung meriah pada sore hari dan dihadiri oleh Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf, Bupati Mesuji Elfianah, Wakil Bupati Yugi Wicaksono, Plt Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri, pemilik Toko Oleh-Oleh Krina Bali Gusti Ngurah Anom (Ajik Krisna), serta ribuan warga transmigran dan masyarakat setempat.
Saat itu, Viva Yoga menyampaikan apresiasi atas semangat transmigran dan warga setempat dalam membudidayakan melon. Selain melon, juga melimpah hasil bumi lain seperti padi, pisang, hingga singkong.
Menurut Viva Yoga, Kementrans memiliki kewajiban membantu dan mengoptimalkan potensi yang ada agar memberikan manfaat bagi transmigran, baik di satuan permukiman maupun masyarakat asal.
"Kementerian Transmigrasi mengembangkan potensi yang ada sesuai dengan karakter dan keunggulan produk wilayah," ujarnya.
"Kalau di Polewali Mandar Sulawesi Barat kita kembangkan kakao, di Bungo Jambi kita kembangkan sawit, di Banyuasin Sumatera Selatan padi, dan di Kampar Riau nanas," tambahnya.
Pengelolaan potensi unggulan itu dilakukan dengan sistem dan usaha modern. Kementrans juga mendorong hilirisasi melalui industri yang melibatkan masyarakat, sehingga tercipta ekosistem ekonomi terintegrasi di kawasan transmigrasi.
Dalam pengembangan produk unggulan, Kementrans menjalin sinergi dengan berbagai kementerian terkait, pemerintah daerah, BUMN, serta pihak swasta.
Di kesempatan yang sama, Viva Yoga menyatakan keinginan agar produk UMKM dari Mesuji dapat dipasarkan di Bali melalui kerja sama dengan Toko Oleh-Oleh Krisna Bali yang telah memiliki 34 outlet yang tersebar di Bali dan sejumlah tempat di luar Bali.
"Agar produk pertanian transmigran dan warga bisa dijual di berbagai Toko Oleh-Oleh Krisna Bali yang tersebar tidak hanya di Bali namun juga kota lainnya," katanya.
Kementrans pun mendorong agar pengembangan UMKM mampu mencapai skala nasional hingga berorientasi ekspor. Pengembangan ekonomi di kawasan transmigrasi disebut Viva Yoga memerlukan kerja sama dengan investor untuk menanamkan modal, sehingga memberikan efek pengganda (trickle down effect) bagi perekonomian masyarakat, serta berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional.
Untuk itu, ia menyatakan menyambut baik kehadiran Ajik Krisna di Mesuji, yang diharapkan menjadi motivasi agar produk UMKM kawasan ini tidak kalah bersaing dengan produk dari daerah lain.
"Mesuji harus ada produk unggulan sehingga memiliki daya tawar yang tinggi," kata Viva Yoga.
Sinergi ini sekaligus menjadi wujud komitmen Kementrans untuk memastikan kerja keras para transmigran dan warga dalam membudidayakan, mengolah, serta mengemas potensi unggulan memiliki pasar yang luas.
"Bila rantai produksi ini berjalan akan meningkatkan pendapatan masyarakat," pungkas Viva Yoga.
(rea/rir)[Gambas:Video CNN]