Riset: Laju Properti 2026 Moderat, Lapangan Padel Justru Meningkat

CNN Indonesia
Senin, 26 Jan 2026 17:00 WIB
Perusahaan konsultan real estate independen Knight Frank memprediksi lapangan padel sebagai salah satu tren properti yang berkembang sepanjang 2026. Ilustrasi. (AFP/JASON KOERNER).
Jakarta, CNN Indonesia --

Perusahaan konsultan real estate independen Knight Frank memprediksi lapangan padel menjadi salah satu tren properti yang berkembang sepanjang 2026.

Selain itu, pengembangan pusat data hijau, mixed use di sekitar pengembangan berorientasi transit (TOD), ekspansi pergudangan, rumah tapak di sekitar suburb, serta transformasi ritel bakal menjadi tren properti 2026.

"Beberapa sektor memiliki daya ungkit positif terhadap pertumbuhan properti tahun depan, diantaranya lifestyle, e-commerce, energi terbarukan, pariwisata, serta food and beverages (FnB)," ujar Senior Research Advisor Knight Frank Syarifah Syaukat dalam keterangan resmi (23/1).

Secara keseluruhan, pasar properti Indonesia 2026 akan ditandai berbagai transisi penting. Itu meliputi perubahan pola permintaan, tren keberlanjutan lingkungan hidup, hingga resiliensi atau ketahanan jangka panjang.

Sekitar 61 persen pemangku kepentingan memprediksi pertumbuhan investasi properti akan tumbuh moderat. Namun, beberapa subsektor properti diyakini masih akan meningkat, yakni industri dan pergudangan.

Country Head Knight Frank Indonesia, Willson Kalip menyebutkan bahwa pasca menghadapi dinamika pasar di sepanjang 2025, sektor properti nasional masih optimistis memasuki 2026. Adapun outlook sektor properti akan lebih konstruktif.

"Resiliensi pasar tercermin dari meningkatnya penetrasi green-office buildings di tengah pasokan berlimpah, transformasi ritel menjadi katalis bagi traffic konsumen, serta ekspansi sektor pergudangan yang semakin mengukuhkan posisinya sebagai growth engine dalam lansekap properti saat ini," kata Kalip.

Sementara itu, tren perkembangan rumah tapak, ritel, hotel dan apartemen sewa cenderung masih stabil tahun ini. Adapun untuk perkantoran, villa resort, dan apartemen strata cenderung stagnan sepanjang 2026.

Para pemangku kepentingan menilai pelemahan daya beli, harga tanah yang tinggi, serta inflasi masih akan menjadi tantangan pertumbuhan properti tahun ini.

Berdasarkan hasil survey yang dirangkum Knight Frank Indonesia, Jabodetabek, Bali, Surabaya, Semarang dan Makassar menjadi 5 kota yang memiliki prospek pertumbuhan properti prositif2026.

"Indonesia menjadi salah satu negara yang masuk dalam radar investasi, dengan peran sebagai basis kedua atau ketiga bagi para investor," kata Head of Research, Knight Frank Asia Pacific, Christine Li mengutip keterangan resmi perusahaan, Senin (26/1).

Pemerintah sebelumnya memberlakukan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) atas jasa hiburan sebesar 10 persen termasuk bisnis padel.

(ins/sfr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK