Profil Sepak Terjang Juda Agung yang Kini Jadi Wamenkeu Bantu Purbaya

CNN Indonesia
Kamis, 05 Feb 2026 16:23 WIB
Juda Agung yang dilantik Prabowo sebagai Wamenkeu sore ini (5/2) dikenal sebagai ekonom senior dengan rekam jejak panjang di BI dan lembaga internasional.
Juda Agung yang dilantik Prabowo sebagai Wamenkeu sore ini (5/2) dikenal sebagai ekonom senior dengan rekam jejak panjang di BI dan lembaga internasional. (FOTO:Sekretariat Presiden).
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Prabowo Subianto melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) dalam upacara pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (5/2).

Juda mengisi posisi Wamenkeu yang sebelumnya kosong usai Thomas Djiwandono terpilih menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).

""Demi Allah saya bersumpah bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara bahwa saya dalam menjalankan tugas dan jabatan akan menjunjung tinggi etika dan jabatan bekerja sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab," kata Prabowo mengucap sumpah diikuti para pejabat yang dilantik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Juda Agung dikenal sebagai ekonom senior dengan rekam jejak panjang di Bank Indonesia dan lembaga internasional. Sebelum dilantik sebagai Wamenkeu, ia menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia.

Ia lahir di Pontianak, Kalimantan Barat, pada 6 Agustus 1964. Juda menempuh pendidikan Sarjana Teknologi Pertanian di Institut Pertanian Bogor (IPB) dan lulus pada 1987.

Pendidikan magisternya ditempuh di University of Birmingham, Inggris, dengan konsentrasi bisnis dan keuangan pada 1995, sebelum meraih gelar doktor ekonomi di universitas yang sama pada 1999.

Karier profesional Juda dimulai di Bank Indonesia sebagai staf di Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter. Ia sempat ditempatkan di Kantor Perwakilan BI London pada 1992-1999. Setelah itu, ia berkiprah sebagai peneliti ekonomi junior di Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI pada 1999-2000.

Pada 2002-2003, ia melanjutkan karir sebagai peneliti ekonomi Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter lalu diangkat menjadi analisis Senior Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter.

Pada periode 2006-2008, Juda mendapat penugasan internasional di International Monetary Fund (IMF). Kariernya terus menanjak dengan berbagai posisi strategis, antara lain sebagai Advisor Ekonomi dan Kebijakan Moneter, Kepala Grup Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter, hingga Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI pada 2014.

Selain itu, Juda juga pernah menjabat sebagai Direktur Eksekutif IMF di Washington DC pada 2017-2019, Asisten Gubernur BI Bidang Stabilitas Sistem Keuangan dan Kebijakan Makroprudensial pada 2020-2022, serta Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat.

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 10 Maret 2025, total kekayaan Juda Agung tercatat sebesar Rp56,08 miliar dengan rincian sebagai berikut:

A. Tanah dan Bangunan: Rp21.521.800.000

1. Tanah dan bangunan seluas 300 m²/250 m² di Kota Jakarta Pusat, hasil sendiri: Rp3.000.000.000

2. Tanah dan bangunan seluas 128 m²/80 m² di Bogor, hasil sendiri: Rp640.000.000

3. Bangunan seluas 27 m² di Kota Jakarta Pusat, hasil sendiri: Rp240.900.000

4. Bangunan seluas 27 m² di Kota Jakarta Pusat, hasil sendiri: Rp240.900.000

5. Tanah seluas 237 m² di Kota Jakarta Selatan, hasil sendiri: Rp7.700.000.000

6. Tanah dan bangunan seluas 141 m²/100 m² di Kota Jakarta Selatan, hasil sendiri: Rp3.900.000.000

7. Tanah dan bangunan seluas 175 m²/166 m² di Kota Jakarta Selatan, hasil sendiri: Rp5.800.000.000

B. Alat Transportasi dan Mesin: Rp2.024.119.875

1. Mobil Toyota Fortuner Diesel 2.4 VRZ A/T Tahun 2020, hasil sendiri: Rp375.591.625

2. Mobil Toyota Calya Astra M/T Tahun 2019, hasil sendiri: Rp102.378.250

3. Mobil BMW 730Li M Sport CKD Tahun 2022, hasil sendiri: Rp1.546.150.000

C. Harta Bergerak Lainnya

1. Surat berharga: Rp22.306.724.050

D. Kas dan Setara Kas

1. Rp11.884.316.995

E. Utang

1. Rp1.652.216.000

[Gambas:Video CNN]

(lau/ins)