Airlangga ke Investor usai IHSG Ambruk: Enggak Perlu Panik
Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengimbau investor pasar modal tetap meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 8 persen pada hari ini (28/1).
Ia meminta investor tetap tenang menyikapi ambruknya IHSG lantaran kondisi merupakan konsekuensi berinvestasi saham.
"Enggak perlu panik. Kalau saham kan risikonya tiap hari ada yang naik, ada yang turun," kata Airlangga di kompleks Istana Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia memastikan ambrolnya IHSG hari ini tak berkaitan dengan terpilihnya Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).
"Nggak ada (kaitannya)," jawabnya singkat.
Airlangga melihatnya jatuhnya IHSG dipicu pengumuman dari Morgan Stanley Capital International (MSCI), juga sinyal evaluasi bagi Bursa Efek Indonesia (BEI).
"Pertama, ada teknikal MSCI. Kedua, tentu dari BEI bursa itu perlu untuk melakukan evaluasi. Kalau transparansi, itu persyaratan bagi seluruh penyelenggara pasar modal. Jadi itu bisa dilakukan improvement dengan mekanisme yang sudah banyak dipraktikan banyak negara," ujarnya.
Airlangga menjadwalkan untuk menggelar rapat dengan pemangku terkait untuk merespons kondisi ini.
"IHSG nanti kami monitor dan akan dirapatkan mungkin dengan OJK dan yg lain. Besok lah kita jadwalkan," ucapnya.
Lihat Juga : |
IHSG terus turun sepanjang perdagangan hari ini, bahkan sempat anjlok 8 persen.
BEI sempat memutuskan membekukan sementara perdagangan (trading halt) di pasar modal pada Rabu (28/1), pukul 13.43 WIB, lalu dilanjutkan pada pukul 14.13 WIB.
"Tindakan ini dilakukan karena terdapat penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencapai 8 persen," ujar Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad dalam keterangan resmi.
(pta/sfr)