Investasi di Labuan Bajo NTT Tembus Rp1,88 T pada 2025
Realisasi investasi Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) menembus Rp1,88 triliun sepanjang 2025. Sektor pariwisata terus menjadi motor penggerak ekonomi wilayah yang terkenal dengan destinasi Labuan Bajo itu.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Manggarai Barat, Maria Imaculata Babur atau yang akrab disapa Rice, mengungkapkan hal itu kepada CNNindonesia.com di Labuan Bajo, Rabu (28/01).
"Data ini bersumber dari Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang wajib disampaikan pelaku usaha secara berkala," ujar Rice.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari total nilai tersebut, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) memberikan kontribusi paling dominan dengan mencapai Rp1,75 triliun atau sekitar 93,3 persen dari total investasi yang masuk.
Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat sebesar Rp126,2 miliar atau menyumbang 6,7 persen.
Sektor Hotel & Restoran Memimpin
Sektor hotel dan restoran menempati urutan teratas dalam capaian investasi dengan nilai fantastis sebesar Rp1,62 triliun. Di posisi kedua, sektor jasa lainnya mencatatkan angka Rp93,1 miliar, disusul sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran sebesar Rp72,6 miliar.
Sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi berada di posisi keempat dengan nilai Rp49,5 miliar. Adapun sektor perdagangan dan reparasi melengkapi lima besar dengan capaian investasi sebesar Rp13,6 miliar.
Rice menjelaskan, dalam LKPM pelaku usaha melaporkan detail lengkap mulai dari pengeluaran investasi, penyerapan tenaga kerja, hingga kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Ia juga mencontohkan, satu perusahaan bisa melaporkan lebih dari satu Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) jika memiliki unit usaha yang beragam.
"Misalnya hotel besar yang juga mengoperasikan restoran untuk umum, laporannya mencakup berbagai sub-sektor tersebut," jelasnya.
Serap 1.340 Tenaga Kerja Tetap
Seiring dengan tingginya nilai investasi, penyerapan tenaga kerja di Manggarai Barat juga menunjukkan perkembangan positif.
Hingga periode ini, tercatat sebanyak 1.340 tenaga kerja terserap, yang terdiri dari 1.286 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan 54 Tenaga Kerja Asing (TKA).
"Angka yang dilaporkan adalah tenaga kerja tetap yang bekerja di perusahaan-perusahaan tersebut, bukan tenaga kerja temporer," tegas pihak DPMPTSP.
Namun, untuk perbandingan detail mengenai angka pengangguran di wilayah tersebut, ia menyarankan agar merujuk pada data di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi.
(lou/sfr)