Zulhas Bakal Buktikan MBG Berdampak pada Perkembangan Otak Anak
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) bakal mengukur perkembangan otak anak penerima manfaat Makanan Bergizi Gratis (MBG). Itu dilakukan karena memang mayoritas penerima MBG adalah anak-anak sekolah.
Zulkifli mengatakan upaya itu untuk membuktikan seberapa besar program unggulan tersebut memengaruhi pertumbuhan otak penerima.
"Nanti setelah 1 tahun makan bergizi kita ukur, ya kita ukur. Kalau sebelum makan bergizi bagaimana fisiknya, pertumbuhannya, termasuk tentu pertumbuhan otak gitu," ujarnya di Kemenko Pangan, Kamis (29/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengukuran perkembangan otak ini dipastikan akan dilakukan setiap tahun dan akan menjadi bahan evaluasi dalam menjalankan program tersebut.
Lihat Juga : |
"Nanti setelah setahun bagaimana, 2 tahun bagaimana, 3 tahun, setelah itu 4 tahun, setelah itu dan seterusnya," jelasnya.
Hingga saat ini, sambung Zulhas, penerimaan manfaat MBG telah mencapai lebih dari 60 juta orang di mana 90 persen yang menerima adalah tingkat sekolah dasar (SD).
Sementara, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menjelaskan pengukuran dilakukan untuk melihat dampak MBG bagi penerima.
"Tentu saja itu akan jadi bagian dari output yang harus diukur. Nanti yang mengukurnya harus lembaga independen," katanya.
Ia mencontohkan, pengukuran perkembangan otak juga dilakukan oleh Jepang. Hal ini untuk melihat seberapa berkualitas asupan yang masuk ke dalam tubuh warganya.
"Di Jepang itu ada pengukuran perbedaan tinggi rata-rata badan orang Jepang dari tahun 40-an ke tahun 2000-an, itu terjadi peningkatan yang signifikan akibat peningkatan kualitas gizi. Jadi bukan hanya potensi genetik, tapi juga kualitas gizi. Nah, Indonesia akan seperti itu," tandasnya.
(ldy/ins)