Airlangga Apresiasi Mundurnya Dirut BEI: Terus Jaga 'Governance'

CNN Indonesia
Jumat, 30 Jan 2026 21:11 WIB
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto mengapresiasi pengunduran diri Direktur Utama BEI Iman usai IHSG anjlok 8 persen dua hari berturut-turut.
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto memberikan apresiasi atas pengunduran diri Direktur Utama BEI Iman Rachman, usah IHSG anjlok 8 persen dua hari berturut-turut. (FOTO:ANTARA/GALIH PRADIPTA).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan apresiasi atas pengunduran diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman. Langkah itu dianggap sebagai tanggung jawab terhadap penurunan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) beberapa hari terakhir.

"Ya tentunya ya diapresiasi. Tetapi kita terus harus menjaga governance," ujar Airlangga dalam konferensi pers di Gedung BPI Danantara, Jakarta, Jumat (30/1).

Ia menegaskan, pemerintah terus berupaya menjaga tata kelola pasar modal. Ke depan, pemerintah akan memonitor kepengurusan bursa saham berikutnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Akan lebih berhati-hati, (menjaga) tata kelola dan menjalankan roadmap yang sudah di UU P2SK (Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan)," kata Airlangga.

IHSG memang sempat anjlok menyusul pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membekukan sementara perlakuan indeks saham Indonesia, termasuk penghentian kenaikan bobot saham dan penambahan saham baru ke indeks.

Koreksi tersebut membuat IHSG sempat dua kali anjlok 8 persen pada perdagangan Rabu (28/1) dan Kamis (29/1).

Namun, Jumat pagi ini, IHSG berhasil rebound ke level 8.365, naik 1,62 persen dari pembukaan 8.308, menandakan respons positif pasar terhadap sinyal kebijakan pemerintah dan langkah-langkah stabilisasi yang sedang dijalankan.

Airlangga menekankan, meski terjadi gejolak, kondisi fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat. Pemerintah berkomitmen menjaga koordinasi antar-lembaga, melanjutkan reformasi pasar modal, dan memperkuat tata kelola, sehingga investor dapat tetap percaya pada stabilitas pasar dan prospek ekonomi nasional.

"Kami tegaskan bahwa fundamental Indonesia secara ekonomi tetap kokoh dan koordinasi antara fiskal-moneter berjalan dengan baik," pungkas Airlangga.

[Gambas:Video CNN]

(lau/ins)