Profil Mahendra Siregar, Bos OJK yang Mendadak Mundur usai IHSG Ambrol

CNN Indonesia
Jumat, 30 Jan 2026 19:19 WIB
Mahendra Siregar menjadi sorotan usai mundur mendadak dari jabatannya sebagai Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Jumat (30/1) petang. (Foto: CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mahendra Siregar menjadi sorotan usai mundur mendadak dari jabatannya sebagai ketua dewan komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Jumat (30/1) petang, saat pasar saham Indonesia porak-poranda terutama Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi OJK, M Ismail Riyadi, mengonfirmasi pengunduran diri Mahendra melalui pernyataan pada Jumat petang. Dia juga menyebut dua pejabat OJK lain yang ikut mengundurkan diri.

"Mahendra Siregar menyatakan bahwa pengunduran dirinya bersama KE PMDK dan DKTK merupakan bentuk tanggung jawab moral untuk mendukung terciptanya langkah pemulihan yang diperlukan," kata Ismail dalam rilis resmi.

KE PMDK merupakan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon, dan Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK (DKTK).

Berikut profil Mahendra Siregar yang mundur mendadak saat IHSG remuk.

Mahendra bukan orang baru di pemerintahan. Dia pernah menjadi Wakil Menteri Keuangan pada 2011. Saat itu, ia membantu Agus Martowardojo yang jadi Menteri Keuangan.

Sebelum itu, dia juga pernah menjadi wakil Menteri Perdagangan pada 2009-2011, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada 2013-2014, hingga Wakil Menteri Luar Negeri sejak 2019 membantu Retno Marsudi.

Di bidang ekonomi, Mahendra juga bukan orang kemarin sore. Ia lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan master dari Universitas Monash Australia dan pernah menduduki jabatan Deputi Menko Perekonomian Bidang Kerja Sama Ekonomi dan Pembiayaan Internasional pada 2005-2009.

Jauh sebelum itu, Mahendra pernah dipercaya menjadi Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat pada 1998 hingga 2001.

Mahendra lahir dari pasangan orang tua etnis Angkola dan Minangkabau pada 17 Oktober 1962 di Jakarta.

(isa/rds)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK