Arahan Prabowo Usai Pejabat BEI-OJK Mundur Massal Buntut IHSG Ambrol

tim | CNN Indonesia
Senin, 02 Feb 2026 13:25 WIB
Prabowo menilai mundurnya pejabat BEI dan OJK buntut ambruk IHSG pekan lalu menjadi momentum reformasi regulasi dan tata kelola pasar modal RI. (Foto: Tangkapan Layar Youtube/KementerianESDM)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan menyusul mundurnya sejumlah pejabat di lingkungan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyusul ambrolnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan lalu.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan peristiwa ini harus dijadikan momentum untuk melakukan pembenahan menyeluruh di pasar modal Indonesia. Hal ini sesuai dengan arahan Prabowo.

"Kita harapkan dengan kejadian kemarin menjadi momentum untuk kita memperbaiki pasar bursa kita, regulasi-regulasi kita perbaiki,"  ujar Prasetyo di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2).

Prasetyo menegaskan Prabowo ingin menjadikan peristiwa tersebut sebagai titik balik untuk meningkatkan kualitas regulasi pasar modal. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat kepercayaan pelaku pasar dan investor.

Menurutnya, pembenahan tidak hanya menyasar aspek regulasi, tetapi juga tata kelola kelembagaan. Pemerintah ingin memastikan pasar saham dikelola secara profesional dan akuntabel.

"Beberapa hal sesuai dengan petunjuk Bapak Presiden kemudian diambil keputusan untuk kita mereformasi diri, memperbaiki diri supaya pasar saham kita menjadi lebih terbuka, lebih transparan, kredibel, dengan harapan ini akan memiliki kelas setara dengan pasar-pasar bursa lain di dunia," jelasnya.

Pada Jumat (30/1) pagi, Direktur Utama PT BEI Iman Rachman mengundurkan diri gara-gara rontoknya IHSG sebesar 8 persen hingga memicu penghentian perdagangan sementara (trading halt).

Sorenya, empat pejabat OJK mundur berjamaah antara lain Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar ikut mengundurkan diri.

Selain Mahendra, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK (KE PMDK) Inarno Djajadi dan Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK (DKTK) I. B. Aditya juga mundur.

Selang beberapa jam setelah Mahendra dan dua pejabat lain mundur, Wakil Ketua OJK Mirza Adityaswara juga mundur dari jabatan.

(ldy/pta)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK