Rupiah Melemah ke Rp16.798 per Dolar AS, Dibayangi IHSG Merah
Nilai tukar rupiah berada di level Rp16.798 per dolar AS pada Senin (2/2) sore. Mata uang Garuda melemah 12 poin atau 0,07 persen dari perdagangan sebelumnya.
Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp16.800 per dolar AS.
Mata uang di kawasan Asia bergerak bervariasi. Yen Jepang melemah 0,11 persen, baht Thailand melemah 0,06 persen, yuan China menguat 0,08 persen, peso Filipina melemah 0,02 persen, dan won Korea Selatan melemah 0,68 persen.
Dolar Singapura juga melemah 0,07 persen dan dolar Hong Kong menguat 0,04 persen pada penutupan perdagangan sore ini.
Sementara itu, mata uang utama negara maju juga kompak berada di zona hijau. Tercatat euro Eropa menguat 0,23 persen, poundsterling Inggris menguat 0,03 persen, dan franc Swiss menguat 0,18 persen.
Dolar Australia menguat 0,12 persen, dan dolar Kanada juga menguat 0,18 persen.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah tertekan penguatan dolar AS oleh nominasi Kevin Warsh sebagai gubernur Bank Sentral AS The Federal Reserves berikutnya.
Selain itu, rupiah juga masih diwarnai sentimen risk off pada umumnya serta pergerakan IHSG yang masih tertekan masalah seputar MSCI.
"Data perdagangan yang lebih baik sedikit mendukung, namun data inflasi yang lebih lemah dan menunjukkan deflasi di Januari juga menekan rupiah," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.
(ldy/sfr)