Inovator Muda BTN Housingpreneur 2025 Siap Dorong Sektor Perumahan
Ajang kompetisi BTN Housingpreneur 2025 melahirkan deretan inovator muda dengan solusi kreatif untuk menjawab tantangan di sektor perumahan nasional. Para pemenang meyakini inovasi yang mereka kembangkan mampu memberikan manfaat luas bagi masyarakat, sekaligus mendorong terciptanya ekosistem perumahan yang lebih berkelanjutan.
Mayoritas pemenang yang berasal dari generasi muda itu menyampaikan harapan untuk dapat berkolaborasi dengan pelaku industri perumahan agar ide-ide inovatif mereka dapat direalisasikan.
Harapan tersebut disampaikan para Juara 1 dari berbagai kategori usai menerima penghargaan dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) pada Sabtu, 31 Januari 2026, di Jakarta International Convention Center (JICC).
Salah satu pemenang dari kalangan mahasiswa, Ali Sulas Hidayat, bersama timnya dari Palembang mengikuti lomba Business Ideation untuk kategori Housing Related Innovation.
Inovasinya yang bernama GeofloodAI merupakan aplikasi berbasis machine learning yang dapat menganalisis risiko banjir di suatu wilayah sehingga keputusan untuk membangun ataupun membeli properti dapat dilakukan dengan lebih cerdas dan aman.
Inovasi ini, menurutnya, menyelesaikan masalah yang sering terlewat di sektor properti, terutama untuk konsumen ritel dan developer.
"Untuk konsumen ritel, biasanya sulit menentukan apakah lokasi perumahan untuk rumah yang akan mereka beli itu banjir atau tidak. Jadi biasanya kita hanya bisa tanya kanan-kiri, cek berita, tapi informasi yang didapat belum tentu valid juga," ujar Ali.
GeofloodAI berawal dari riset tesis S2 Ali yang kemudian diuji melalui user testing kepada sekitar 50 pengguna. Ia berharap inovasi tersebut tidak berhenti sebagai karya akademik, tetapi dapat dimanfaatkan secara nyata oleh masyarakat luas.
Tim GeofloodAI membangun analytics tool untuk mendeteksi banjir dengan menggunakan modeling secara matematis dan riset berdasarkan jurnal saintifik. Dengan bantuan machine learning, Ali dan timnya melakukan crowdsourcing data yang dikalkulasikan dari berbagai sumber, baik data hidrologi maupun data geospasial.
"Jadi ketika user membuka aplikasi, user dapat melakukan tag lokasi untuk mengetahui apakah wilayah tersebut rawan banjir atau tidak, dan akan muncul scoring-nya," ungkap Ali.
Ali merasa idenya tersebut sangat diapresiasi karena di Indonesia tidak banyak kompetisi inovasi seperti BTN Housingpreneur.
Alhasil, akibat jarangnya kompetisi seperti ini, para inovator muda di Indonesia yang sebetulnya cukup banyak, menjadi patah semangat dan ide-idenya tenggelam. Padahal ide-ide para inovator Indonesia tidak kalah dengan negeri tetangga seperti Singapura dan Malaysia.
Dia berharap ke depannya tetap bisa berkolaborasi dengan pelaku industri perumahan agar mereka tidak salah memutuskan ketika membangun proyek.
"Sebab ketika banjir menjadi masalah, uang yang sudah diinvestasikan bisa tenggelam dan proyeknya menganggur, reputasi juga bisa menjadi jelek dan konsumen juga rugi banyak," tuturnya.
Inovator muda yang berpartisipasi di BTN Housingpreneur 2025 bukan hanya berasal dari kalangan mahasiswa, tetapi juga masyarakat umum yang memiliki usaha yang mendukung sektor perumahan.
Sebagai contoh Zamzam Multazam dari PT Inovasi Tangguh Bencana yang memiliki produk coating bernama Proteka untuk menurunkan risiko kerusakan pada bangunan akibat gempa bumi.
"Kami mencoba menghadirkan produk yang mudah diaplikasikan, bentuknya coating seperti cat biasa. Kalau kita aplikasikan ke dinding, itu bisa meningkatkan kapasitas meredam gempanya," ujar Zamzam setelah menerima trofi juara 1.
Zamzam berharap, melalui BTN Housingpreneur, inovasinya dapat menjadi solusi retrofitting atau perkuatan bangunan bagi para pelaku bisnis perumahan di Indonesia yang notabene berada di Ring of Fire yang rawan bencana gempa bumi.
Developer yang telah memiliki proyek perumahan juga berpartisipasi dalam BTN Housingpreneur 2025 untuk menawarkan solusi hunian yang terjangkau dan juga ramah lingkungan.
Halbert Kurniadi, General Manager PT Infiniti Triniti Jaya menyebutkan, proyek perumahan yang dibangun perusahaannya, yakni Perumahan Mulia Gading Kencana di Jakarta berhasil meraih gelar juara 1 untuk kategori Affordable House Development di kalangan established business.
Selain membangun rumah bersubsidi dengan kualitas material atau bahan bangunan yang baik karena disuplai langsung oleh pabrik-pabrik yang bekerja sama dengan perusahaan, Mulia Gading Kencana menawarkan konsep perumahan subsidi yang berkelanjutan.
"Kita mendapatkan sertifikat bangunan gedung hijau. Ini yang pertama di Indonesia untuk perumahan subsidi. Sanitasi juga sudah menggunakan septic tank fiber," katanya.
"Artinya, rumah yang kami bangun adalah rumah yang nyaman, ramah lingkungan, bersirkulasi udara yang baik dan sanitasi yang baik. Semoga perumahan Mulia Gading Kencana dapat menjadi suatu percontohan bagi perumahan subsidi lain," ujar Halbert.
Sementara itu, anggota Dewan Juri BTN Housingpreneur 2025 sekaligus Founder BARDI Smart Home, Ryan Maurice Tallulah, menilai tingginya partisipasi dari berbagai kalangan menunjukkan kuatnya daya tarik kompetisi ini.
"Para established business masuk ke kompetisi ini dan berharap bisa menang, namun bukan untuk meraih hadiah ratusan juta rupiah, tetapi mereka berharap masuk ke dalam ekosistem BTN dan bisa mendapatkan orderan dari developer-developer yang sudah kerja sama bertahun-tahun dengan BTN," ujar Ryan.
Kompetisi BTN Housingpreneur 2025 dimulai pada 25 Oktober 2025 dan diakhiri melalui gelaran BTN Expo 2026 yang diadakan di JICC.
(ory/ory)