Tambah EBT 1,3 GW Tahun Lalu, ESDM Tekan Emisi 82 Juta Ton
Pemerintah mencatat penambahan kapasitas energi baru terbarukan (EBT) mencapai 1,3 gigawatt (GW) sepanjang 2025. Realisasi tersebut menjadi yang terbesar dalam lima tahun terakhir.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi menyebut realisasi tersebut sebagai tonggak penting dalam percepatan transisi energi di Indonesia.
"Nah, saat ini Alhamdulillah tahun ini sudah ada penambahan 1,3 gigawatt dari energi baru terbarukan dan ini capaian terbesar selama lima tahun. Belum pernah dalam satu tahun kita bisa mencapai penambahan 1,3 gigawatt," ujar Eniya dalam EVolution Indonesia Forum yang diselenggarakan oleh CNN Indonesia, Selasa (3/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan, penambahan kapasitas EBT tersebut berdampak langsung terhadap penurunan emisi gas rumah kaca. Realisasi elektrifikasi dan pengembangan EBT telah membantu menekan emisi karbon dalam jumlah besar.
Lihat Juga :![]() EVolution Indonesia Forum Kendaraan Listrik Tembus 274 Ribu, ESDM Kebut Infrastruktur |
"Dan dengan adanya realisasi penambahan di sektor elektrifikasi ini, ini sudah membantu juga menurunkan emisi sebanyak 82,47 juta ton CO2-nya," kata Eniya.
Menurutnya, kontribusi penurunan emisi tersebut tidak hanya berasal dari sektor ketenagalistrikan, melainkan didukung oleh kebijakan di sektor lain, termasuk transportasi dan energi non-listrik.
"CO2-nya sudah bergerak termasuk di dalamnya ada realisasi di sektor transportasi yang non-kelistrikan yaitu kita ada mandatori program biodiesel," jelasnya.
Ke depan, pemerintah menargetkan penambahan kapasitas EBT akan terus meningkat, terutama dari pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), guna mendukung bauran energi nasional sekaligus menekan laju emisi menuju target net zero emission 2060.
"Nah, ini kita harapkan nanti tahun ini, juga mulai tumbuh karena ada beberapa hal yang kita cermati harus tambah itu paling besar nanti di hydro, pembangkit listrik tenaga air dan juga PLTS. Dan pembangkit listrik tenaga surya juga menjadi satu harapan ke depan untuk kita bisa tambah secara cepat dan secara masif," pungkasnya.
(ldy/ins)