EVOLUTION INDONESIA FORUM

Infrastruktur EV RI Melonjak dari 200 ke 4.700 SPKLU, Apa Penyebabnya?

CNN Indonesia
Selasa, 03 Feb 2026 17:18 WIB
Infrastruktur pengisian kendaraan listrik (electric vehicle/ EV) di Indonesia melonjak signifikan dalam tujuh tahun terakhir.
Infrastruktur pengisian kendaraan listrik (electric vehicle/ EV) di Indonesia melonjak signifikan dalam tujuh tahun terakhir.(FOTO:CNN Indonesia/Adi Ibrahim)
Jakarta, CNN Indonesia --

Infrastruktur pengisian kendaraan listrik (electric vehicle/ EV) di Indonesia melonjak signifikan dalam tujuh tahun terakhir. Jumlah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) kini telah mencapai sekitar 4.700 unit, meningkat tajam dibandingkan fase awal pengembangannya pada 2018 yang hanya ratusan unit.

EVP Pengembangan Produk Niaga PT PLN Ririn Rachmawardini mengatakan pembangunan SPKLU sejak awal dirancang untuk mendahului pertumbuhan penjualan kendaraan listrik agar ekosistem EV dapat berkembang secara berkelanjutan.

"Kalau kita lihat, ini diinisiasi dari 2018, kenaikannya ini sangat-sangat signifikan. Awalnya itu mungkin hanya ratusan, sekitar 200 SPKLU dan sebagian besar masih PLN," kata Ririn dalam EVolution Indonesia Forum yang diselenggarakan oleh CNN Indonesia, Selasa (3/2).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seiring meningkatnya adopsi kendaraan listrik dan bertambahnya merek EV di pasar domestik, PLN terus memperluas jaringan pengisian daya dengan menyesuaikan kebutuhan pengguna.

Lihat Juga :

"Sekarang ini sudah menjadi sekitar 4.700 SPKLU," ujar Ririn.

Ia menjelaskan, lonjakan infrastruktur ini tidak terlepas dari strategi kolaborasi yang dijalankan PLN dengan sektor swasta melalui berbagai skema kemitraan. Bahkan seluruh pengisian EV di kantor pusat PLN adalah milik swasta.

"Sekarang ini sekitar 70 persen charger kita itu sudah melalui skema kemitraan. Minatnya ini bisa meningkat lebih dari 200 persen, dan di Jabodetabek sekarang sebagian besar SPKLU sudah dioperasikan oleh swasta," ujarnya.

Ke depan, PLN menargetkan pemerataan SPKLU tidak hanya terpusat di Jabodetabek dan Pulau Jawa, tetapi juga menjangkau wilayah lain untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik secara nasional.

"Jadi kami mulai membuka dan menempatkan SPKLU di lokasi-lokasi baru, tidak hanya fokus di Jabodetabek saja," tutup Ririn.

[Gambas:Video CNN]

(ldy/ins)