Purbaya Bantah Rupiah Keok Gara-gara Kepercayaan ke Pemerintah Turun

CNN Indonesia
Selasa, 03 Feb 2026 20:20 WIB
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa membantah anggapan pelemahan nilai tukar rupiah mencerminkan menurunnya kepercayaan investor terhadap pemerintah.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa membantah anggapan pelemahan nilai tukar rupiah mencerminkan menurunnya kepercayaan investor terhadap pemerintah. (CNN Indonesia/Sakti Darma Abhiyoso).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membantah anggapan pelemahan nilai tukar rupiah mencerminkan menurunnya kepercayaan investor terhadap pemerintah.

Ia menilai pandangan tersebut tidak tepat. Ia juga menegaskan pengelolaan nilai tukar merupakan kewenangan bank sentral.

"Kalau dibilang itu karena kurangnya kepercayaan terhadap pemerintah, menurut saya itu tidak tepat. Tapi kalau saya bicara terlalu terbuka, nanti membuka kelemahan orang lain yang tidak ingin saya lakukan," ujar Purbaya dalam acara Indonesia Economic Summit (IES) 2026 di Shangri-La Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa (3/2).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan secara teori, kondisi rupiah seharusnya menguat karena Indonesia mencatat arus masuk modal alias capital inflow dalam beberapa bulan terakhir. Namun, kenyataannya nilai tukar justru bergerak melemah.

"Pada Oktober, November, Desember, sampai Januari, kita mengalami capital inflow. Secara teori, net capital inflow itu harusnya membuat rupiah menguat. Tapi faktanya melemah. Saya juga tidak tahu kenapa," katanya.

Purbaya kembali menegaskan stabilitas nilai tukar sepenuhnya berada di bawah otoritas Bank Indonesia (BI). Menurutnya, pelemahan rupiah saat ini bisa jadi merupakan bagian dari kebijakan moneter yang ditempuh.

"Silakan tanya ke bank sentral (soal pelemahan rupiah saat ini). Bisa jadi itu memang kebijakan mereka untuk sedikit melemahkan nilai tukar," ujarnya.

Ia menolak memberikan penjelasan lebih jauh terkait arah kebijakan tersebut.

"Saya enggak bisa bilang. Itu jawaban politis saya," tambahnya.

Kendati demikian, Purbaya menegaskan tekanan terhadap rupiah saat ini belum berada pada level yang membahayakan stabilitas ekonomi nasional. Ia menyatakan pemerintah bersama otoritas terkait tetap memantau pergerakan nilai tukar secara ketat.

Purbaya juga menekankan pemerintah memiliki mekanisme koordinasi melalui Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk merespons gejolak ekonomi apabila tekanan nilai tukar dinilai memburuk. Forum tersebut melibatkan BI, Kementerian Keuangan, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sang Bendahara Negara juga menyatakan nilai tukar rupiah saat ini berada di bawah fundamental ekonomi Indonesia. Ia menilai penguatan rupiah ke depan akan sangat bergantung pada perbaikan fundamental ekonomi dan meningkatnya kepercayaan investor.

"Kalau orang melihat ekonomi kita benar-benar membaik, modal akan masuk dengan sendirinya. Saat itu rupiah akan menguat," ujarnya.

Sore ini, nilai tukar rupiah bertengger di level Rp16.754 per dolar AS. Mata uang Garuda menguat 44 poin atau 0,26 persen dari perdagangan sebelumnya.

[Gambas:Video CNN]

(del/sfr)