5 Komoditas Ini Jadi Pengeluaran Terbesar Warga Miskin Tahun Lalu

CNN Indonesia
Jumat, 06 Feb 2026 06:30 WIB
BPS mencatat beras hingga rokok masih menjadi penyumbang utama garis kemiskinan, di mana jumlahnya mencapai 23,36 juta orang hingga September 2025.
BPS mencatat beras hingga rokok masih menjadi penyumbang utama garis kemiskinan, di mana jumlahnya mencapai 23,36 juta orang hingga September 2025. (FOTO:CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat beras hingga rokok masih menjadi penyumbang utama garis kemiskinan, di mana jumlahnya mencapai 23,36 juta orang hingga September 2025.

Dari data yang dirilis Kamis (5/2), beras berkontribusi sebesar 21,10 persen terhadap garis kemiskinan di perkotaan dan 24,62 persen untuk wilayah perdesaan. Hal itu mencerminkan besarnya belanja masyarakat yang dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan bahan pokok tersebut.

Komoditas selanjutnya adalah rokok kretek filter, ini memberikan sumbangan terbesar kedua dengan kontribusi sebesar 10,41 persen di perkotaan dan 9,11 persen di perdesaan. Komoditas lainnya adalah telur ayam ras dengan andil 4,48 persen di perkotaan dan 3,71 persen di perdesaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selanjutnya, daging ayam ras memberikan andil 4,35 persen di perkotaan dan 3,42 persen di perdesaan. Disusul oleh komoditas kopi bubuk & kopi instan (sachet) dengan kontribusi 2,39 persen di perkotaan dan 2,38 persen di perdesaan terhadap kemiskinan.

Sementara itu, komoditas bukan makanan yang memberikan sumbangan terbesar terhadap garis kemiskinan adalah perumahan sebanyak 9 persen di perkotaan dan 9,08 persen di perdesaan. Adapula bensin dengan kontribusi 2,88 persen di perkotaan dan 2,90 persen di perdesaan, sementara listrik menyumbang 2,65 persen di perkotaan dan 1,64 persen di perdesaan.

Garis Kemiskinan

Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan yang per September 2025 adalah sebesar Rp641.443 per kapita per bulan.

Dibandingkan Maret 2025, garis kemiskinan tercatat naik 5,30 persen. Sementara jika dibandingkan September 2024, terjadi kenaikan sebesar 7,76 persen.

Hal itu mencerminkan bahwa 23,36 juta orang yang tercatat sebagai orang miskin adalah mereka yang pengeluarannya di bawah Rp641 ribu per bulan.

[Gambas:Video CNN]

(ldn/ins)