Bos Danantara soal Target Jadi 300 BUMN 2030: 3 Bulan Tutup 100 BUMN

CNN Indonesia
Jumat, 06 Feb 2026 10:13 WIB
Bos Danantara mengungkapkan dalam waktu tiga bulan pihaknya telah menutup 100 perusahaan sebagai upaya konsilidasi.(FOTO:ANTARA/BAYU PRATAMA S).
Jakarta, CNN Indonesia --

CEO Badan Pembiayaan Negara Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan P Roeslani menegaskan komitmen untuk merampingkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dari seribu lebih menjadi kisaran 300 perusahaan.

Dia juga mengungkapkan dalam waktu tiga bulan pihaknya telah menutup 100 perusahaan sebagai upaya konsilidasi.

Pernyataan tersebut Rosan tekankan saat berbicara di CNA Summit di Jakarta, dilansir dari Instagram Channel News Asia, Jumat (6/2).

"Jika anda melihat 90-92 persen dividen hanya datang dari 12 perusahaan, dari ribuan (BUMN) yang ada. Jadi ini (alasan) kenapa kami ingin (merampingkan) jadi 300-an," jelas Rosan dalam acara tersebut.

Dia menjelaskan, perampingan BUMN bertujuan untuk menciptakan produktivitas yang lebih baik. Selain itu juga untuk efisiensi, serta sumber daya manusia yang lebih baik.

"Ketika kami melakukan ini, kami punya 137 hotel, ada 75 rumah sakit, dan semuanya secara umum berjalan dengan buruk," paparnya.

Rosan memandang kondisi tersebut sebagai isu yang harus dibenahi, namun di satu sisi itu bisa menjadi kesempatan.

"Jadi kami ingin konsolidasi, kami terbuka untuk privatisasi, Kami juga tutup beberapa. Sebenarnya, dalam tiga bulan kami sudah tutup 100 perusahaan," ungkap Rosan.

Di samping itu, Bos Danantara juga menegaskan target ambisiusnya untuk pertumbuhan aset tiga kali lipat pada 2030.

Rencana Danantara untuk merampingkan jumlah BUMN beserta anak usahanya sudah lama digaungkan. Konsolidasi akan dilakukan dari berbagai sektor bisnis.

"Kita melakukan pengkonsolidasian daripada bisnis kita, yang tadinya tadi logistiknya ada 18, nanti menjadi satu perusahaan logistik yang size-nya cukup besar, kompetitif, yang mampu bersaing. Kemudian juga memberikan nilai tambah yang signifikan buat Danantara," kata COO Danantara Dony Oskaria beberpa waktu lalu.

Konsolidasi juga dilakukan pada sektor asuransi, yang saat ini mencakup 16 BUMN. Menurut Dony, skala bisnis perusahaan-perusahaan asuransi BUMN tersebut masih terlalu kecil untuk bersaing dengan perusahaan swasta.

(ins/inn)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK