Bank Mandiri Catat Kinerja Solid 2025, Perkuat Peran Mitra Pemerintah

Bank Mandiri | CNN Indonesia
Jumat, 06 Feb 2026 10:32 WIB
Bank Mandiri catat kinerja solid sepanjang 2025 ditopang oleh pertumbuhan kredit dan digitalisasi, mendukung UMKM dan keberlanjutan.
Jajaran Direksi Bank Mandiri di Paparan Publik Laporan Keuangan Triwulan IV/2025. (Foto: Arsip Bank Mandiri)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perekonomian Indonesia menunjukkan daya tahan yang kuat sepanjang 2025 dengan pertumbuhan mencapai 5,11 persen. Capaian ini ditopang oleh kinerja sektor eksternal yang solid dan aktivitas domestik yang terjaga, didukung kebijakan pemerintah yang akomodatif.

Sejalan dengan kondisi tersebut, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatat kinerja keuangan yang solid sepanjang 2025. Penguatan fundamental ini didukung oleh konsistensi intermediasi, pengembangan ekosistem keuangan, serta akselerasi layanan digital yang menyeluruh.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian audited per 31 Desember 2025, total aset Bank Mandiri tumbuh 16,6 persen secara tahunan menjadi Rp2.829,9 triliun. Pertumbuhan tersebut sejalan dengan peningkatan penyaluran kredit sebesar 13,4 persen menjadi Rp1.895,0 triliun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pertumbuhan kredit Bank Mandiri tercatat merata di seluruh segmen bisnis. Kredit UMKM Bank Mandiri tumbuh 4,88 persen secara tahunan, menegaskan peran untuk mendukung sekitar 1,3 juta pelaku UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional.

Direktur Utama Bank Mandiri Riduan mengatakan, pertumbuhan kredit yang merata mencerminkan efektivitas strategi penguatan ekosistem pembiayaan yang dijalankan perseroan.

"Kami terus mendorong pembiayaan yang selektif dan terukur di seluruh segmen, dengan fokus pada sektor produktif yang mendorong ekonomi kerakyatan dan perluasan lapangan kerja. Pendekatan ini memungkinkan Bank Mandiri menjaga momentum pertumbuhan kredit sekaligus memastikan kualitas aset tetap terjaga," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (6/2).

Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Mandiri mencapai Rp2.105,8 triliun atau tumbuh 23,9 persen secara tahunan. Struktur pendanaan tetap sehat dengan dana murah (CASA) meningkat 12,6 persen menjadi Rp1.431,4 triliun.

Riduan menambahkan, sinergi antar kanal digital dan peningkatan transaksi nasabah berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan CASA. Basis pendanaan yang kuat menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas kinerja perseroan.

Akselerasi digital tetap menjadi salah satu pengungkit utama kinerja Bank Mandiri sepanjang 2025. Optimalisasi layanan digital mendorong peningkatan aktivitas transaksi nasabah ritel dan pelaku usaha secara berkelanjutan.

Di segmen ritel, Livin' by Mandiri terus menjadi fondasi utama layanan digital dengan menghadirkan berbagai kebutuhan finansial dalam satu aplikasi. Layanan ini mencakup transaksi harian, pembukaan rekening digital, pembayaran QRIS, hingga pengelolaan investasi.

Hingga akhir 2025, Livin' by Mandiri digunakan oleh 37,2 juta pengguna atau tumbuh 27 persen secara tahunan. Pertumbuhan ini didukung akuisisi sekitar 25 ribu pengguna baru per hari.

Peningkatan basis pengguna tersebut diikuti dengan kenaikan volume dan frekuensi transaksi sepanjang 2025. Kondisi ini mencerminkan adopsi layanan digital yang semakin kuat di kalangan nasabah.

Pada sisi wholesale, Kopra by Mandiri memperkuat posisi Bank Mandiri sebagai platform digital terintegrasi bagi nasabah korporasi dan institusi. Layanan ini mendukung pengelolaan arus kas, pembiayaan rantai pasok, serta transaksi perdagangan domestik dan internasional.

Riduan menyampaikan, pengembangan layanan digital diarahkan untuk memperkuat ekosistem transaksi nasabah ritel dan pelaku usaha secara terintegrasi, sekaligus menghadirkan solusi keuangan yang relevan dengan kebutuhan setiap segmen.

"Langkah ini mendorong akselerasi kinerja yang bertumbuh dan mempertegas peran Bank Mandiri sebagai mitra strategis pemerintah dalam penguatan ekosistem ekonomi nasional," kata dia.

Dari sisi kualitas aset, Bank Mandiri mencatat rasio kredit bermasalah atau NPL Gross sebesar 0,96 persen pada akhir 2025. Angka ini berada di bawah rata-rata industri dan menunjukkan tren perbaikan yang berkelanjutan.

Penerapan manajemen risiko yang disiplin menjadi kunci dalam menjaga kualitas pembiayaan di seluruh segmen. Pendekatan kehati-hatian dijalankan seiring dengan ekspansi kredit yang konsisten.

Dari sisi profitabilitas, laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik mencapai Rp56,3 triliun sepanjang 2025. Kinerja ini ditopang pendapatan bunga bersih sebesar Rp106 triliun.

Selain itu, pendapatan non-bunga tumbuh 14,5 persen secara tahunan menjadi Rp48,5 triliun. Pertumbuhan ini didorong peningkatan aktivitas transaksi dan pemanfaatan layanan berbasis ekosistem.

Riduan menegaskan, pengelolaan kualitas aset, likuiditas, dan profitabilitas dijaga secara terukur sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang.

"Dengan struktur pendanaan yang sehat, kualitas pembiayaan yang terjaga, serta diversifikasi sumber pendapatan yang terus diperkuat, Bank Mandiri berada pada posisi yang solid untuk melanjutkan peran intermediasi dan mendukung pertumbuhan ekonomi Tanah Air," paparnya.

Sebagai mitra strategis pemerintah, Bank Mandiri terus mendukung program prioritas nasional melalui pembiayaan produktif dan penguatan ekosistem usaha. Fokus utama diarahkan pada perluasan akses pembiayaan UMKM dan penguatan ekonomi kerakyatan.

Sepanjang 2025, Bank Mandiri menyalurkan Kredit Usaha Rakyat sebesar Rp41 triliun kepada 360 ribu pelaku UMKM. Penyaluran dilakukan dengan prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang baik.

Bank Mandiri juga mendukung program sosial dan ketahanan pangan, termasuk Program Makan Bergizi Gratis melalui pembiayaan kepada mitra pelaksana. Di sisi lain, penguatan desa dilakukan melalui pengelolaan ribuan rekening koperasi dan BUMDes.

Komitmen sosial tersebut dilengkapi realisasi lebih dari 1.174 program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan sepanjang 2025. Program ini mencakup pemberdayaan ekonomi, akses air bersih, dan penguatan kapasitas masyarakat.

Kontribusi Bank Mandiri terhadap negara juga tercermin dari pembayaran dividen dan pajak yang terus meningkat. Pada 2025, dividen mencapai Rp52,5 triliun dan setoran pajak sekitar Rp27 triliun.

Riduan menjelaskan bahwa dukungan terhadap program prioritas pemerintah bagi Bank Mandiri bukan sekadar target bisnis, melainkan bentuk tanggung jawab sebagai mitra BUMN untuk memperluas dampak ekonomi nyata.

"Melalui pembiayaan yang terukur, penguatan ekosistem usaha, dan pendampingan yang berkelanjutan, kami ingin memastikan UMKM, desa, dan sektor-sektor strategis memiliki ruang tumbuh yang sehat agar manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih merata," lanjut dia.

Di samping kinerja keuangan, Bank Mandiri memperkuat komitmen keberlanjutan melalui penerapan prinsip ESG dalam strategi bisnis. Hingga akhir 2025, portofolio pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri kini telah mencapai Rp316 triliun, tumbuh 8 persen secara tahunan.

Pembiayaan hijau menyumbang Rp166 triliun dari total portofolio berkelanjutan yang dikelola tersebut. Sementara pembiayaan sosial sebesar Rp150 triliun.

Perseroan menargetkan operasional bebas emisi atau Net Zero Emission pada tahun 2030 mendatang. Upaya ini mencakup penggunaan kendaraan listrik, panel surya, hingga optimalisasi bangunan ramah lingkungan.

Bank Mandiri juga memperluas inklusi keuangan melalui layanan digital bagi pelaku UMKM di wilayah non-urban. Sebanyak 62,7 persen pengguna Livin' Merchant merupakan pelaku usaha di luar area perkotaan.

Upaya keberlanjutan tersebut mencakup pembiayaan hijau dan sosial, pengurangan emisi operasional, serta perluasan inklusi keuangan. Seluruh langkah ini memperkuat posisi Bank Mandiri sebagai bank nasional dengan fundamental solid dan peran strategis dalam mendukung pembangunan ekonomi Indonesia.

"Keberlanjutan kami posisikan sebagai fondasi strategi bisnis agar setiap pertumbuhan yang kami dorong mampu menciptakan dampak nyata serta nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional," pungkas Riduan.

(rir)