TikTok Bantah Rumor Tokopedia Tutup Diganti TikTok Shop

CNN Indonesia
Jumat, 06 Feb 2026 18:22 WIB
Juru Bicara TikTok membantah kabar bahwa perusahaan peritel online Tokopedia akan tutup dan digantikan oleh TikTok Shop.
Juru Bicara TikTok membantah kabar bahwa perusahaan peritel online Tokopedia akan tutup dan digantikan oleh TikTok Shop. (Foto: Arsip Tokopedia)
Jakarta, CNN Indonesia --

Juru Bicara TikTok membantah kabar perusahaan peritel online Tokopedia akan tutup dan digantikan oleh TikTok Shop.

Berdasarkan keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com, Juru Bicara TikTok mengetahui adanya rumor yang beredar terkait masa depan Tokopedia.

"Rumor tersebut tidak benar. Kami terus berinvestasi di Tokopedia dan Indonesia," jelas Juru Bicara TikTok kepada CNNIndonesia.com, Jumat (6/2).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ke depannya dia mengatakan Tokopedia akan terus beroperasi penuh, dan fokus pada pengalaman pengguna, serta pembeli. "Untuk mendorong pertumbuhan jangka panjang," tandasnya.

Sebelumnya, beredar informasi di media sosial terkait rencana Tokopedia akan ditutup dan digantikan oleh TikTokShop.

Kabar tersebut pertama kali disampaikan akun @ecommurz di media sosial X. Akun tersebut cukup dikenal karena membagikan informasi seputar perusahan rintisan (startup).

"Words from friends in Tokopedia, they going to kill Tokopedia app and TikTok Shop will have their own separated app," tulis akun tersebut, Kamis (29/1).

Kabar terkait Tokopedia akan tutup muncul sepekan setelah TikTok mengganti Melissa Sisa Juminto dari posisi CEO menjadi komisaris.

Melissa memimpin Tokopedia sejak perusahaan e-commerce tersebut didirikan oleh William Tanuwijaya yang saat ini menjadi bagian dari GoTo.

GoTo menjual 75 persen saham Tokopedia ke induk usaha Tiktok ByteDance pada Januari 2024. Selain itu, berdasarkan informasi yang didapatkan CNBCIndonesia, sejak akuisisi total ada sekitar 420 karyawan yang terdampak PHK per Agustus 2025.

Lebih lanjut, sebanyak 240 pekerja di-PHK pada Agustus setelah pada Juli perusahaan lebih dulu mengurangi 180 karyawan.

Pemangkasan tenaga kerja itu disebut mencakup sejumlah divisi, mulai dari teknologi informasi (IT), customer care, hingga tim pemenuhan pesanan (fulfillment) dan gudang.

TikTok juga diterpa kabar pemberian insentif khusus berupa subsidi iklan hingga 30 persen bagi pedagang China untuk berdagang di TikTok Shop. Namun, insentif serupa tidak diberikan kepada pedagang Indonesia.

Menurut Sensor Tower, Tokopedia kini adalah aplikasi retail dengan jumlah download ketiga terbesar di Indonesia. Adapun TikTok yang dikategorikan sebagai aplikasi media sosial, masih menjadi aplikasi dengan jumlah download paling banyak di RI.

Meskipun digolongkan sebagai aplikasi media sosial, TikTok membukukan nilai transaksi paling besar di RI. Berdasarkan pendapatan, posisi TikTok diikuti oleh Google One, Vidio, Facebook, dan Capcut.

[Gambas:Video CNN]

(ins/pta)