TAIPAN

Juan Carlos Escotet, Raja Bank Venezuela Berhasil Tembus Pasar Eropa

CNN Indonesia
Minggu, 08 Feb 2026 19:00 WIB
Juan Carlos Escotet tidak lahir dari stabilitas, pendiri bank swasta terbesar di Venezuela hasil tempaan berulang krisis. Tak heran, ia bisa tembus pasar Eropa.
Juan Carlos Escotet tidak lahir dari stabilitas, pendiri bank swasta terbesar di Venezuela hasil tempaan berulang krisis. Tak heran, ia bisa tembus pasar Eropa. (Foto: Ridho/CNNIndonesia)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menilik perjalanan hidup Juan Carlos Escotet, rasanya kalimat ini paling pas, pemenang tidak lahir dari stabilitas, ia terbentuk kokok hasil tempaan berulang krisis. Ia merupakan pendiri Banesco, bank swasta terbesar di Venezuela.

Escotet membangun bisnis perbankan dari tempat yang dihindari banyak orang: negara yang dilanda krisis yang panjang dan ketidakpastian tinggi.

Raksasa bank yang didirikannya, Banesco Grupo Financiero, tak cuma jadi bank terbesar di Venezuela. Grup ini juga merambah Amerika Serikat (AS) dan Eropa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kehidupan pribadinya cenderung tertutup, minim publikasi media. Ia lahir dengan nama Juan Carlos Escotet Rodríguez lahir pada 1960 di Madrid, Spanyol

Tak lama setelah ia lahir, keluarganya hijrah ke Venezuela. Pilihan negara yang kelak membentuk watak bisnis Escotet: adaptif, tahan banting, dan berani mengambil risiko.

Ia tumbuh besar dalam keluarga imigran kelas menengah di Venezuela, bersama orang tua dan 7 saudaranya.

Ayahnya bekerja di sektor keuangan. Sosok inilah yang mengenalkan Escotet kecil pada angka, neraca dan disiplin finansial. Hal ini dipercaya berpengaruh besar pada ketertarikan Escotet memilih jalur perbankan. Sementara, ibunya berperan sebagai ibu rumah tangga.

Sambil bekerja di Banco Union pada 1976, Escotet mengambil kuliah malam. Ia kemudian meraih gelar magister di bidang ilmu manajemen profesional dari University of Miami School of Business. Setelah memperoleh gelar MBA, Escotet bekerja sebagai eksekutif di perusahaan pembiayaan Sociedad Financiera Latinoamericana.

Pada 1986, saat Escotet mendirikan bisnis pembiayaan berskala kecil, Banesco. Bisa dibilang keputusan gila karena saat itu Venezuela dihantam krisis. Kebijakan pemerintah berubah-ubah, inflasi tinggi, wajar jika bisnis pembiayaan dinilai terlalu mepet jurang.

Namun, kaca mata Escotet melihat kondisi serba tak ideal ini sebagai peluang. Strateginya sederhana tetapi disiplin, yakni fokus pada efisiensi, teknologi, dan layanan ritel. Alih-alih mengejar nasabah korporasi besar, Banesco fokus pada perbankan ritel dan usaha kecil.

Lompatan besar terjadi pada krisis perbankan Venezuela pada 1994. Lebih dari separuh bank kolaps atau diambil alih negara.

Di tengah kekacauan tersebut, Banesco bertahan. Escotet memperketat manajemen risiko, menjaga likuiditas, dan mulai memanfaatkan peluang konsolidasi. Bank-bank yang tumbang jadi pintu masuk Banesco masuk membeli atau mengambil alih aset-asetnya dengan harga murah.

Banesco pun berkembang pesat dan bertransformasi menjadi bank universal, memperluas layanan ke kartu kredit, pembiayaan konsumsi, dan teknologi perbankan digital. Bank milik Escotet menjadi bank swasta terbesar di sana.

Namun, tantangan struktural datang setelah Hugo Chávez berkuasa. Kebijakan kontrol devisa, tekanan regulasi, dan nasionalisasi di berbagai sektor membuat iklim usaha memburuk. Banesco masih bisa tumbuh, tetapi ruang geraknya makin terbatas dibayangi risiko politik.

Escotet membaca arah angin lebih cepat dari banyak pengusaha lain. Mulai akhir 2000-an, Banesco melakukan ekspansi ke negara lain dengan mendirikan baru atau mengakuisisi bank di Amerika Latin, AS hingga Eropa.

Banesco melebarkan sayap ke Panama, Republik Dominika, Kolombia, AS, Portugal, Malta dan Spanyol. Strategi Escotet adalah menjadikan Banesco sebagai grup keuangan multinasional, bukan sekadar bank Venezuela.

Badai belum juga reda. Pukulan keras kembali datang pada 2018, ketika pemerintah Venezuela mengambil alih sementara Banesco dengan dalih investigasi keuangan. Meski akhirnya pengelolaan Banesco dikembalikan, pesan politiknya jelas yakni risiko bisnis di dalam negeri telah mencapai titik maksimum.

Sejak saat itu, pusat gravitasi Banesco secara efektif bergeser ke luar Venezuela. Sebuah langkah jenius Esoctet untuk menyelamatkan grup usahanya dari guncangan ketidakpastian di domestik.

Di Eropa, Banesco mencetak langkah monumental dengan mengakuisisi Abanca, bank asal Galicia, Spanyol. Akuisisi ini mengubah wajah Banesco dari bank Amerika Latin menjadi pemain signifikan di perbankan Spanyol.

Abanca tumbuh agresif lewat akuisisi bank-bank regional, menjadikannya mesin utama pertumbuhan grup. Escotet pun jadi figur penting dalam peta perbankan Eropa Selatan.

Bagi Esoctet, akuisisi di Spanyol bukan sekadar ekspansi tetapi juga momentum 'pulang kampung'. Anak imigran itu berhasil mengubah nasibnya menjadi salah satu bankir paling berpengaruh di Spanyol.

Hari ini, Banesco beroperasi sebagai grup perbankan lintas negara, dengan Spanyol sebagai jangkar strategis, sementara Venezuela tidak lagi menjadi pusat utama bisnis.

Escotet menjelma menjadi orang terkaya Venezuela. Ia juga berada di peringkat ke-262 orang terkaya dunia. Forbes menaksir harta kekayaan Escotet mencapai US$11,3 miliar atau setara Rp190 triliun (asumsi kurs Rp16.850).

[Gambas:Video CNN]

(pta)