Mandiri Sahabatku 2026, Bank Mandiri Perkuat Ekosistem PMI & Diaspora

Bank Mandiri | CNN Indonesia
Minggu, 08 Feb 2026 19:31 WIB
Bank Mandiri menggelar Apresiasi dan Kick Off Program Mandiri Sahabatku 2026 di Hong Kong sebagai bagian dari penguatan kapasitas dan kemandirian ekonomi.
(Foto: arsip Bank Mandiri)
Jakarta, CNN Indonesia --

Bank Mandiri mengakselerasi ekonomi kerakyatan berbasis ekosistem Pekerja Migran Indonesia (PMI) serta diaspora lewat penyelenggaraan Apresiasi dan Kick Off Program Mandiri Sahabatku 2026 di Hong Kong sebagai bagian dari penguatan kapasitas dan kemandirian ekonomi kalangan PMI dan diaspora.

Kegiatan ini menjadi puncak perayaan atas capaian pembinaan sebanyak lebih dari 2.400 PMI dan diaspora di sepanjang 2025, sekaligus menjadi momentum akselerasi dimulainya kurikulum pemberdayaan Mandiri Sahabatku 2026 yang semakin adaptif terhadap transformasi digital.

Acara ini dihadiri oleh SEVP Hubungan Kelembagaan Bank Mandiri Dadang Ramadhan P., Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri Heru Hartanto Subolo, Direktur Urusan Diaspora Kementerian Luar Negeri Devdy Risa, serta Acting Konsulat Jenderal RI Hong Kong Fithonatul Mar'ati.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut mencerminkan sinergi lintas institusi dalam memperkuat ekosistem pemberdayaan PMI dan diaspora yang unggul dan berkelanjutan, sejalan dengan agenda pemerintah dalam memperluas inklusi keuangan dan memperkuat ekonomi kerakyatan.

SEVP Hubungan Kelembagaan Bank Mandiri Dadang Ramadhan P. menegaskan bahwa Mandiri Sahabatku merupakan wujud nyata dari semangat Mandiri Untuk Negeri terhadap PMI dan diaspora Indonesia di luar sana.

"Program ini berfokus pada transformasi pola pikir PMI dan diaspora agar mampu menjadi pelaku usaha mandiri yang siap berkontribusi bagi perekonomian nasional sepulang ke Tanah Air. Melalui Mandiri Sahabatku, kita menyaksikan dedikasi PMI dan diaspora yang konsisten mengikuti pembinaan literasi keuangan dan kewirausahaan di tengah kesibukan bekerja menjadi fondasi penting dalam mencetak sumber daya manusia unggul dan berdaya saing," ujar Dadang di Hong Kong, Minggu (8/2).

Lebih dari sekadar seremoni, Apresiasi Mandiri Sahabatku 2025 dikemas sebagai ruang kolaboratif yang mempertemukan komunitas PMI dan diaspora dalam satu ekosistem pembelajaran dan apresiasi. Bank Mandiri menghadirkan berbagai booth Kelompok Belajar Mandiri Sahabatku serta showcase UMKM PMI yang menampilkan produk-produk hasil kreativitas peserta binaan, memperlihatkan hasil nyata dari proses pembinaan yang berkelanjutan.

Ragam penampilan seni dan budaya dari diaspora Indonesia turut memeriahkan acara, memperkuat identitas kebangsaan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia di kancah internasional, sebelum ditutup dengan penampilan spesial bintang tamu dari Tanah Air.

Sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan capaian peserta, Bank Mandiri memberikan penghargaan kepada PMI dan diaspora terbaik di berbagai kategori yang merepresentasikan ketangguhan, inovasi, serta keberhasilan transformasi menjadi wirausaha mandiri yang berkelanjutan.

Pertama, MS Wirausaha merupakan penghargaan tertinggi bagi PMI dan diaspora yang sukses mentransformasikan ilmu menjadi bisnis nyata yang berkelanjutan yang diberikan kepada Eva Susanti ex-PMI Hong Kong asal Indramayu.

Lalu, MS Livin Star sebagai apresiasi bagi sosok PMI dan diaspora modern dengan literasi keuangan dan adopsi teknologi digital terbaik yang diraih oleh Erni Sulistiyoningsih, PMI aktif Hong Kong.

Kemudian, MS Buddy yang menjadi penghargaan atas ketangguhan mental (resilience) peserta dalam mengikuti program di tengah kesibukan bekerja dinobatkan kepada Nurhayati, PMI aktif Hong Kong. Juga ada MS Influencer yakni apresiasi bagi "Agen Perubahan" yang aktif memperluas dampak positif program ke komunitas sekitar yang diterima oleh Rosidah, ex-PMI Malaysia asal Indramayu.

Terakhir, Cerita Sahabatku sebagai penghargaan untuk kisah transformasi paling inspiratif yang menjadi motivasi bagi sesama PMI dan diaspora yang disematkan kepada Diana Prabandari PMI aktif Hong Kong. Penghargaan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi PMI & Diaspora lainnya untuk terus berkembang dan memperluas dampak positif di komunitas masing-masing.

Dalam rangka mempercepat akselerasi literasi keuangan dan transformasi digital PMI dan diaspora, Bank Mandiri terus mendorong pemanfaatan layanan Livin' Around The World (LATW) Hong Kong, yang dirancang memperluas akses PMI dan diaspora terhadap layanan perbankan digital, investasi, dan perencanaan keuangan yang lebih komprehensif.

Melalui integrasi LATW dengan Livin' by Mandiri, PMI dan diaspora dapat mengakses layanan keuangan lintas negara secara mudah, aman, dan relevan dengan kebutuhan global.

Sejalan dengan itu, Bank Mandiri juga melakukan Kick Off Mandiri Sahabatku 2026 dengan menghadirkan inovasi kurikulum melalui Kelas Konten Kreator yang berkolaborasi dengan Zando AI Agency.

Melalui kelas ini, PMI dan diaspora dibekali kemampuan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan untuk menciptakan konten digital bernilai ekonomi, sekaligus membuka peluang baru di sektor ekonomi kreatif.

Inisiatif ini sejalan dengan semangat Asta Cita dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia, mendorong hilirisasi ekonomi berbasis kreativitas, serta mempercepat transformasi digital yang inklusif.

Dadang menambahkan, melalui sinergi antara edukasi, pemanfaatan teknologi, dan akses produk finansial yang terintegrasi, Mandiri Sahabatku akan terus menjadi katalis dalam membangun ekosistem PMI dan diaspora yang unggul dan berdaya saing global.

Sejak diluncurkan pada 2011, Mandiri Sahabatku telah menjangkau lebih dari 22 ribu peserta di berbagai negara penempatan PMI dan diaspora, termasuk Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Hong Kong, Malaysia, Taiwan, Jepang, dan Korea Selatan.

Di dalam negeri, program Mandiri Sahabatku dilanjutkan melalui pendampingan purna PMI dan diaspora serta keluarga di sejumlah daerah kantong PMI dan diaspora, sebagai bagian dari komitmen Bank Mandiri dalam memperkuat inklusi keuangan dan mendorong ekonomi kerakyatan.

(rea/rir)


[Gambas:Video CNN]