IHSG Diramal Terjungkal Awali Pekan Ini
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi melemah pada perdagangan Senin (9/2).
Founder WH-Project William Hartanto memproyeksikan IHSG masih bergerak melemah karena berada dalam tren penurunan yang kuat.
Candlestick terus bergerak di bawah MA5, sementara tekanan utama datang dari saham-saham konglomerasi yang gagal masuk indeks MSCI. Bobot besar saham-saham tersebut, menurut dia, menekan IHSG dan membuat volatilitas pasar tetap tinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"IHSG masih berada dalam strong downtrend dengan tekanan dari saham konglomerasi yang tidak masuk MSCI, sehingga pergerakannya cenderung melemah dan volatilitas tetap tinggi," ujar William dalam riset hariannya.
Dengan sentimen tersebut, William memproyeksikan IHSG bergerak di rentang support 7.608 dan resistance 8.446 hari ini. Ia pun merekomendasikan sejumlah saham, yakni PGAS, GGRM, BNGA, dan UNVR.
Sementara itu, Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana melihat pergerakan indeks saham saat ini masih berada pada fase koreksi.
Area koreksi terdekat berada di kisaran 7.712-7.785. Selama IHSG mampu bertahan di atas level 7.712 sebagai area support, peluang penguatan masih terbuka dengan target pergerakan di rentang 8.284-8.440.
"Selama IHSG masih mampu bertahan di atas level support 7.712, peluang penguatan tetap terbuka dengan target di area 8.284 hingga 8.440," ujar Herditya.
Dia pun memprediksi IHSG bergerak di level support 7.712, 7.547, dan resistance 8.214, 8.354 hari ini. Herditya pun merekomendasikan sejumlah saham, yakni AMRT, AUTO, INDF, dan NCKL.
IHSG ditutup di level 7.935 pada Jumat (6/2) sore. Indeks saham melemah 168,61 poin atau turun 2,08 persen dari perdagangan sebelumnya.
Mengutip RTI Infokom, investor melakukan transaksi sebesar Rp19,69 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 35,5 miliar saham.
Pada penutupan pekan lalu, 107 saham menguat, 646 terkoreksi, dan 68 lainnya stagnan.
Catatan Redaksi: Berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.
(del/pta)