CT Bongkar Rahasia Harga Emas Naik Gila-gilaan
Pendiri CT Corp Chairul Tanjung (CT) membongkar rahasia harga emas terus naik gila-gilaan belakangan ini. Lonjakan harga emas dipicu fenomena dedolarisasi yang tengah terjadi di tingkat global.
Dedolarisasi adalah upaya mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dalam perdagangan internasional, investasi, maupun cadangan devisa.
CT mengatakan dedolarisasi memicu pelemahan mata uang dolar AS, yang selama ini dikenal sebagai aset lindung nilai (safe haven). Investor melepas dolar dan mengalihkan dananya ke instrumen lain, seperti emas maupun mata uang alternatif.
Menurutnya, lonjakan harga emas dan perak mencerminkan meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar global di tengah ketidakpastian arah kebijakan ekonomi dan dinamika geopolitik dunia.
"Karena dulu dolar (dolar AS) untuk menyimpan kekayaan. Sekarang khawatir terhadap perkembangan dolar ke depan, ini menjawab emas mengapa naik signifikan," ujar CT dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2026 di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2).
CT mengatakan pelemahan kurs dolar AS dalam beberapa waktu terakhir tidak lepas dari kebijakan Presiden AS Donald Trump.
Ia menjelaskan pelemahan dolar AS tersebut merupakan bagian dari strategi ekonomi yang dirancang Trump untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing ekonomi AS, terutama di tengah ketertinggalan pertumbuhan perdagangan dibandingkan China.
CT menuturkan, Trump merespons ketertinggalan perdagangan AS dari China dengan meramu kebijakan dedolarisasi yang dibarengi perang tarif dagang (trade war).
"Ini yang dilakukan Trump dan sudah terjadi dedolarisasi. Cadangan devisa di beberapa negara cenderung turun," ujarnya.
Berdasarkan data Refinitiv, indeks dolar AS (DXY) tercatat melemah 0,85 persen dan ditutup di level 96,217 pada perdagangan Selasa (27/1) lalu. Pelemahan tersebut menjadi koreksi harian terdalam sejak April 2025, sekaligus membawa DXY ke level terendah dalam hampir empat tahun atau sejak Februari 2022.
Sementara, hari ini, harga emas global berada di level US$5.031 per troy ons. Harga logam mulia bahkan menyentuh US$5.350 dolar AS per troy ons pada 29 Januari lalu.
Harga emas jauh melonjak dari sebelum perang dagang yang ditabuh Trump pada awal 2025. Per akhir 2024, harga emas masih di kisaran US$2.624 per troy ons, sedangkan per akhir 2023, harganya sekitar US$2.064 per troy ons.
(pta/sfr)