OJK Buka Akar Masalah Gonjang-ganjing IHSG

CNN Indonesia
Selasa, 10 Feb 2026 17:33 WIB
Anggota DK OJK Dian Ediana Rae menyatakan permasalahan yang terjadi di pasar modal Indonesia beberapa waktu terakhir tidak muncul secara tiba-tiba.
Anggota DK OJK Dian Ediana Rae menyatakan permasalahan yang terjadi di pasar modal Indonesia beberapa waktu terakhir tidak muncul secara tiba-tiba. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan sekaligus Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae menyatakan permasalahan yang terjadi di pasar modal Indonesia beberapa waktu terakhir tidak muncul secara tiba-tiba.

Menurut Dian, persoalan tersebut muncul akibat kombinasi faktor, mulai dari gejolak ekonomi global dan domestik, kondisi makroekonomi, hingga praktik yang berjalan di pasar modal RI. Ia juga menyinggung peringatan lembaga penyedia indeks saham global, Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap bursa saham RI.

"Terkait MSCI, itu adalah penilaian rating agency, sebetulnya bukan hal baru. Kebetulan pekerjaan saya dulu mengurusi rating agency," kata Dian saat memberikan paparan dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dian menekankan perlunya rekonsiliasi cepat antara penilaian lembaga pemeringkat maupun penyedia layanan indeks global dengan kondisi pasar domestik, agar persepsi investor global dan pelaku pasar lokal bisa sejalan.

Ia menambahkan, kondisi pasar modal yang tertekan membutuhkan reformasi menyeluruh dari regulator dan pemerintah.

"Pada hakikatnya, OJK berkewajiban memantau kondisi pasar modal dari waktu ke waktu, terutama dalam konteks governance dan equity, yang membutuhkan jawaban," jelas Dian.

Dalam rangka reformasi, OJK akan memastikan industri pasar modal menjalankan praktik terbaik sesuai standar internasional, termasuk menindak fenomena manipulasi harga saham, insider trading, dan praktik tidak sehat lainnya.

"Isu-isu (terkait) market low and down, insider trading, dan lainnya sudah clear. Kita akan menerapkan pasar modal kira sesuai dengan best practice tentu dalam semua hal dalam konteks reformasinya," ujar Dian.

Ia menekankan penerapan standar internasional tidak hanya penting untuk pengawasan perbankan, tetapi juga untuk menjadi daya tarik investor global.

"Kalau semakin jauh dari internasional best practice, sudah pasti akan menimbulkan persoalan," tambah Dian.

Dian juga menilai momentum ini menjadi kesempatan untuk melakukan perombakan dasar industri pasar modal agar lebih kompetitif. Dengan praktik yang tepat, meski pasar sedang lesu, kondisi bisa bounce back dan tetap memberikan perlindungan bagi investor.

OJK bersama Bursa Efek Indonesia akan memprioritaskan penyelesaian persoalan paling genting terlebih dahulu, yang menurut Dian memang membutuhkan waktu.

"Meskipun situasi (pasar modal) down dengan pratice yang tepat (IHSG) bisa bounce back dengan konsistensi," pungkas Dian.

[Gambas:Video CNN]

(lau/pta)