Pemerintah Kucurkan Bansos Rp17,5 T Jelang Lebaran, Apa Saja Jenisnya?

CNN Indonesia
Selasa, 10 Feb 2026 15:15 WIB
Pemerintah menyalurkan bantuan sosial (bansos) senilai Rp17,5 triliun menjelang Lebaran 2026. (CNN Indonesia/Farid Rahman).
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah menyalurkan bantuan sosial (bansos) senilai Rp17,5 triliun menjelang lebaran. Penyaluran dilakukan melalui Kementerian Sosial (Kemensos) sebagai bagian dari stimulus ekonomi kuartal I 2026.

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul mengatakan terdapat dua jenis bansos yang disalurkan dengan sasaran utama keluarga miskin dan rentan.

"Ada dua jenis bansos. Yang pertama adalah bansos reguler, yaitu bantuan sembako dan Program Keluarga Harapan (PKH) yang menyasar 18 juta keluarga penerima manfaat dengan anggaran sebesar Rp17,5 triliun," ujarnya dalam konferensi pers di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (10/2).

Selain bansos reguler, Kemensos juga menyalurkan bansos adaptif untuk penanganan kebencanaan.

"Kedua adalah bansos adaptif, termasuk untuk kebencanaan di Sumatera dan beberapa wilayah lain, dengan nilai lebih dari Rp2,3 triliun," kata Gus Ipul.

Di luar itu, Kemensos turut mengalokasikan anggaran bansos atensi atau asistensi rehabilitasi sosial sehingga total anggaran bansos tahun ini mencapai sekitar Rp20 triliun. Hingga saat ini, realisasi penyaluran bansos telah melampaui Rp17 triliun.

"Sisanya akan menyusul untuk Januari, Februari, dan Maret. Artinya, insyaallah sampai Lebaran," ujar Gus Ipul.

Penyaluran selanjutnya dijadwalkan berlanjut pada kuartal kedua tahun ini, yakni April hingga Juni.

Gus Ipul menegaskan penerima bansos bersifat dinamis karena mengacu pada data tunggal yang terus dimutakhirkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

"Penerima manfaat itu sifatnya dinamis karena kita berpedoman kepada data tunggal yang dimutakhirkan secara berkelanjutan oleh BPS," kata Gus Ipul.

Dengan mekanisme ini, seseorang bisa menerima bansos di satu kuartal dan tidak di kuartal berikutnya, atau sebaliknya.

Dalam proses penyaluran, Kemensos menggunakan berbagai kanal, termasuk pembukaan rekening dan distribusi melalui PT Pos Indonesia.

Pemerintah juga membuka partisipasi publik untuk pemutakhiran data melalui jalur formal di tingkat RT/RW hingga pemerintah daerah, serta jalur partisipasi masyarakat melalui call center, WhatsApp center, dan aplikasi Cek Bansos.

Gus Ipul menambahkan hasil verifikasi dan validasi data akan diperingkatkan ke dalam desil kesejahteraan. Fokus utama bantuan diarahkan kepada kelompok paling rentan.

"Fokus kita nanti adalah bantuan pada desil 1 dan 2. Jika alokasi anggarannya masih ada, akan kita tingkatkan sampai desil 3 dan 4," ujarnya.

(del/sfr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK