Istana Respons Kritik Pemerintah Masuk Ranah Swasta: Salahnya di Mana?
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi merespons persepsi publik yang menilai pemerintah terlalu jauh masuk ke ranah sektor swasta melalui keterlibatan badan usaha milik negara (BUMN).
Ia menegaskan kehadiran negara dalam kegiatan ekonomi bukan sesuatu yang bertentangan dengan peran swasta dan justru dapat berjalan beriringan.
Prasetyo menilai anggapan negara dan swasta saling menyingkirkan dalam aktivitas ekonomi merupakan persepsi yang keliru. Selama ini negara melalui BUMN juga berperan di berbagai sektor ekonomi yang sama dengan swasta, tanpa harus menutup ruang bagi pelaku usaha lain.
"Salahnya ada di mana? Kan sama juga banyak kegiatan ekonomi yang kemudian negara atau pemerintah yang diwakili oleh institusi-institusi, dalam hal ini misalnya BUMN, juga masuk ke sektor-sektor swasta. Enggak ada masalah, kita jalan semua beriringan," ujarnya di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (10/2).
Ia menjelaskan masing-masing pihak memiliki fungsi dan peran yang berbeda. Pemerintah, kata Prasetyo, tetap berkewajiban mendorong sektor swasta agar tumbuh dan berdaya saing melalui berbagai kebijakan pendukung.
Negara hadir untuk menyiapkan regulasi, memberikan kemudahan, serta memastikan iklim usaha berjalan sehat, sementara swasta tetap menjadi motor utama aktivitas ekonomi.
"Masing-masing memainkan peranannya sendiri-sendiri. Swasta harus kita dorong, kita fasilitasi, regulasi yang diperlukan kita siapkan, bahkan harus dibantu untuk dipermudahkan," katanya.
Dalam konteks ini, Prasetyo menegaskan tidak ada larangan bagi BUMN untuk bergerak di sektor-sektor yang juga digeluti swasta selama dilakukan sesuai aturan dan tujuan pembangunan ekonomi nasional. Menurutnya, kolaborasi antara negara dan swasta justru dibutuhkan agar perekonomian nasional dapat tumbuh lebih kuat.
Selain itu, Prasetyo menyinggung pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan para pengusaha dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) yang berlangsung pada Senin (9/2) malam di kediaman pribadi Sang Kepala Negara di Hambalang Bogor.
Ia mengatakan pertemuan tersebut menjadi ruang dialog terbuka antara pemerintah dan pelaku usaha untuk menyamakan pandangan terkait arah pembangunan ekonomi nasional.
"Bapak Presiden membuka ruang komunikasi dengan semua pihak, dan tadi malam beliau berdiskusi dengan para pengusaha serta mendapatkan banyak masukan," ujarnya.
Masukan yang diterima, lanjut Prasetyo, mencakup penguatan sektor padat karya, peningkatan daya saing industri nasional seperti tekstil, garmen, dan alas kaki, hingga strategi menghadapi persaingan global.
Pemerintah dan pelaku usaha, kata dia, sepakat bahwa ekonomi nasional tidak bisa hanya bergantung pada pasar domestik, melainkan harus mampu bersaing di pasar internasional.
Prasetyo menegaskan konsep Indonesia Incorporated menempatkan pemerintah dan swasta sebagai mitra yang saling melengkapi.
"Indonesia Incorporated itu disepakati bahwa sektor swasta yang kuat, maju terus harus kita bantu, kita dorong. Karena salah satu kunci ekonomi adalah di teman-teman swasta, di teman-teman pengusaha ini," jelas dia lebih lanjut.
(del/pta)