Hashim Sebut Masih Ada Telur Busuk Hambat Ekonomi RI
Presiden Prabowo Subianto disebut akan membersihkan jajaran birokrasi dan sektor swasta dari "telur busuk" yang menghambat pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Hal itu disampaikan oleh Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan Hashim Djojohadikusumo saat menghadiri Forum China Conference Southeast Asiadi St Regis Jakarta, Selasa (10/2) malam.
"Sekarang, tinggal masalah membersihkan 'telur-telur busuk' ini. Terus terang, akan ada pejabat yang dicopot, saya rasa denda sangat besar akan dijatuhkan," ujar Hashim menjawab pertanyaan moderator seputar pengunduran diri sejumlah pejabat kunci di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pejabat di Bursa Efek Indonesia (BEI) menyusul anjloknya IHSG, seperti dikutip Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hashim menyinggung ada upaya pihak tertentu menaikkan harga saham secara tidak wajar melalui transaksi yang direkayasa, sehingga menciptakan kesan saham tersebut bernilai tinggi.
Hal itu membuat investor ritel dan masyarakat kecil menjadi korban dari praktik "goreng saham" yang tidak wajar.
"Saya bukan Jaksa Agung, namun jika ada orang yang bertanggung jawab atas perilaku kriminal yang merugikan investor kecil, segala kemungkinan (proses hukum, red) terbuka lebar. Semua opsi ada di atas meja," ujarnya.
Ia menyoroti saham perusahaan kecil yang melonjak tajam tanpa ditopang kinerja bisnis yang memadai, sebagai indikasi penyimpangan yang perlu segera ditindak.
"Rupanya, ada saham dengan rasio price to earnings (PE) 167, satu lagi 300, satu lagi 1.200 kali, dan satu lagi 4.000 kali," ujarnya.
Hashim membandingkan dengan perusahaan-perusahaan mapan yang ditopang fundamental bisnis solid dan arus kas kuat.
"Bandingkan dengan Astra yang rasio PE-nya sekitar delapan kali. Lalu lihat NVIDIA, yang pasti sudah banyak dikenal. Rasio PE NVIDIA mungkin sekitar 60 kali," ujrnya.
Adik kandung Prabowo itu menegaskan pemerintah tidak akan ragu mengejar oknum elit yang terlibat dalam praktik kriminal hingga perusakan lingkungan yang terjadi di Indonesia.
Ia pun melempar sinyal akan ada lebih banyak kepala lembaga yang dicopot sebagai bentuk pertanggungjawaban atas inefisiensi dan dugaan pelanggaran hukum.
Ketegasan Prabowo terlihat saat kunjungan kerja ke London dua pekan lalu. Sebanyak 28 perusahaan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dicabut izinnya karena terindikasi kuat terlibat dalam kerusakan lingkungan yang menyebabkan ribuan nyawa melayang.
"Data yang digunakan sangat akurat, mulai dari fotografi satelit,drone, hingga bukti lapangan. Meskipun beberapa perusahaan ini memiliki koneksi dengan elit yang kuat, Presiden tetap mengambil tindakan tegas," ujar Hashim.
Hashim menerangkan kendati ada proses peninjauan kembali bagi perusahaan yang merasa tidak bersalah, prinsip utamanya adalah keadilan yang presisi, bukan pencabutan izin serampangan, hanya karena tekanan dari kelompok massa tertentu.
Lebih lanjut, Hashim menegaskan fundamental ekonomi Indonesia secara umum tetap kuat. Karenanya, pemerintah tetap optimistis terhadap prospek ekonomi ke depan.
(sfr)