Kolaborasi Lintas Sektor Dongkrak Daya Saing UMKM

HM Sampoerna | CNN Indonesia
Kamis, 12 Feb 2026 13:55 WIB
HM Sampoerna menekankan kolaborasi lintas sektor untuk memberdayakan UMKM, meningkatkan digitalisasi, dan mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan di Indonesia.
Direktur PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) Elvira Lianita. (Foto: Arsip HM Sampoerna)
Jakarta, CNN Indonesia --

PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat kedaulatan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Sinergi antara swasta, pemerintah, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan dinilai menjadi fondasi utama agar UMKM mampu naik kelas dan berdaya saing di tengah percepatan digitalisasi.

Direktur PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) Elvira Lianita mengatakan, UMKM memiliki peran krusial dalam perekonomian nasional. Sektor ini berkontribusi lebih dari 60 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) dan menyerap hampir 97 persen tenaga kerja di Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sampoerna melihat bahwa kami memiliki peran yang bisa terus mendorong pertumbuhan ekonomi. Itulah mengapa Sampoerna sangat konsisten, salah satunya untuk mendampingi UMKM. Tambah lagi, Sampoerna yang genap 112 tahun dimulai dari UMKM," katanya beberapa waktu lalu.

Ia mencontohkan kolaborasi konkret antara pemerintah dan swasta dalam pemulihan usaha Mama Khas Banjar di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Juli 2025.

Toko tersebut sempat berhenti beroperasi akibat persoalan hukum. Bersama Kementerian UMKM, Sampoerna membantu revitalisasi usaha dan perbaikan toko melalui program Sampoerna Retail Community (SRC).

Menurut Elvira, langkah tersebut tidak hanya menyelamatkan satu pelaku usaha, tetapi juga menjaga keberlangsungan ekonomi lokal karena toko tersebut menjadi saluran pemasaran produk nelayan dan petani setempat.

Melalui payung program keberlanjutan "Sampoerna untuk Indonesia", perusahaan telah membina pedagang toko kelontong lewat SRC sejak 2008.

Saat ini, jaringan SRC telah mencakup 250.000 toko di seluruh Indonesia. Setiap toko anggota SRC menyediakan "Pojok Lokal" sebagai etalase produk UMKM di sekitar wilayahnya.

Sampoerna juga mendorong transformasi digital melalui aplikasi AYO by SRC yang diluncurkan pada 2019. Saat ini sekitar 90 persen anggota SRC telah terhubung secara digital.

Sementara itu, dari 1.600 UMKM yang didampingi melalui SETC, sekitar 80 persen telah memiliki akses ke ekosistem digital, termasuk platform e-commerce dan pengelolaan media sosial.

Elvira menegaskan, digitalisasi harus dibarengi pendampingan intensif agar mampu meningkatkan produktivitas dan omzet pelaku usaha secara berkelanjutan.

"Digitalisasi dengan pendampingan yang intensif telah membantu pemilik toko SRC meningkatkan omsetnya," jelasnya.

Pandangan tersebut sejalan dengan Kementerian UMKM yang menilai digitalisasi dan pendampingan menjadi kunci agar pelaku usaha mikro dapat bertransformasi dari sektor informal ke formal serta terintegrasi dalam rantai pasok yang lebih luas.

Pendampingan terhadap UMKM seperti yang dilakukan PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) telah ikut mendorong pengusaha UMKM meningkatkan kesejahteraan mereka.

Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, M. Riza Damanik, menyebutkan bahwa dari sekitar 56,15 juta UMKM per Desember 2024, mayoritas masih berada di level usaha mikro.

Kondisi ini, kata dia, menuntut pendampingan lebih intensif agar produktivitas meningkat dan kesejahteraan pelaku usaha terdongkrak.

"Yang paling penting ialah mendorong UMKM dari informal ke formal. Kementerian UMKM menyiapkan SAPA UMKM sebagai instrumen yang memastikan agar proses transformasi usaha bisa terwujud," katanya

Menurut Riza, dengan UMKM bergabung ke aplikasi SAPA UMKM, pemerintah dapat membantu memberikan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikat halal secara gratis hingga menyediakan akses pembiayaan.

Selanjutnya, upaya mendorong UMKM naik kelas dilakukan lewat model kemitraan UMKM dengan usaha besar.

Dia menegaskan, UMKM hanya bisa menjadi besar jika ada usaha besar yang membantu dalam konteks kemitraan rantai pasok. Lewat kemitraan business to business (B2B), UMKM diharapkan menjadi bagian penting dari rantai pasok untuk usaha yang lebih besar.

"Pada saat bersamaan, kami memperkuat melakukan pendampingan, kurasi, fasilitasi dengan harapan adanya transformasi informal ke formal dan masuk dalam rantai pasok sehingga kualitas ekonomi kita semakin baik," jelasnya.

(inh)