Trenggono Akui Belum Pesan Kapal Lantaran Proses Panjang
Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono mengaku belum memesan kapal yang direncanakan untuk proyek revitalisasi karena baru kembali dari Inggris mendampingi Presiden Prabowo Subianto. Ia menyebut proses realisasi proyek tersebut juga panjang.
Pengakuan tersebut terdapat dalam video yang ia unggah di instagram pribadinya @swtrenggono dengan caption "Bocor tipis-tipis dulu", pada Kamis (12/2).
Dalam video tersebut, Trenggono mengatakan dana revitalisasi kapal dari pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) belum cair karena prosesnya panjang. Begitu juga dengan pembiayaan yang bersumber dari pinjaman luar negeri, yakni Inggris sedang dalam proses.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi kita harus melibatkan Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional), untuk dimasukkan dulu dalam Blue Book (daftar calon proyek). Lalu nanti dari Blue Book, lalu turun ke Green Book (daftar proyek yang sudah siap dibiayai). Dari Green Book kemudian daftar kelayakan dan seterusnya begitu ya, daftar isian proyeknya," ujar Trenggono.
Ia menjelaskan setelah dari Bappenas, proyek tersebut akan dilanjutkan ke Kemenkeu yang akan berbicara dengan pihak lender.
Trenggono mengakui baru kembali dari London, Inggris mendampingi Prabowo mengurusi persetujuan dengan pemerintah Inggris terkait proyek revitalisasi kapal.
"Kemarin kan baru pulang saya dari London mendampingi Bapak Presiden, seperti kayak agreement gitu ya dengan pemerintah Inggris melalui Perdana Menteri. Kan prosesnya begitu," ujar Trenggono.
"Perencanaan sudah sedang dalam proses juga. Jadi bukan berarti perencanaannya sudah jadi ya kayak gini gitu loh. Ini masih diproses apakah misalnya 30 GT (Gross Tonnage, ukuran kapal berdasarkan volume total ruang) berapa, 200 GT-nya berapa, 120 GT-nya berapa dan seterusnya gitu," imbuhnya.
Sebelumnya, aksi sahut-sahutan Trenggono dan Purbaya sempat mencuri perhatian masyarakat. Keduanya meributkan pencairan dana pembangunan kapal.
Awalnya, pada acara Revitalisasi Galangan Kapal dan Pelayaran Indonesia yang digelar di Jakarta, Selasa (10/2), Purbaya mendapat jawaban dari pengusaha galangan yang hadir bahwa mereka belum mendapat pesanan kapal dari KKP.
"Berapa dari Anda yang sudah menerima order dari KKP? (Belum, jawab audiens). Kan Aneh, enggak masuk akal, uangnya gue keluarin. Ini mungkin kalian kurang aktif atau gimana nih? Kenapa KKP belum ada order ke sana?" kata Purbaya dalam acara tersebut.
Saat itu, Purbaya keheranan mengapa KKP belum memesan ke industri galangan kapal. Padahal, ia merasa Kemenkeu sudah mengalirkan anggaran untuk pengadaan kapal di KKP.
Purbaya menekankan subsidi akan diberikan jika memang diperlukan, selama tidak melakukan pembelian kapal dari luar negeri. Ia bahkan membuka peluang pemberian dukungan hingga subsidi apabila diperlukan.
"Asalkan dia (KKP) jangan beli kapal luar negeri lagi, kalau beli kapal luar negeri lagi, rugi saya," imbuhnya.
Merespons pernyataan Purbaya tersebut, Trenggono menyindir terkait sumber dana revitalisasi kapal di Tanah Air, lewat media sosial Instagram, Selasa (10/2).
Trenggono menyindir Menkeu untuk lebih memahami dan cerdas terkait dana pembangunan kapal saat ini berasal dari pinjaman luar negeri.
"Yth Menteri Keuangan, supaya Anda faham dan cerdas, bahwa dana untuk pembangunan kapal tersebut bersumber dari pinjaman luar negeri dari pemerintah UK (Inggris)," tulis Menteri KKP, Selasa (10/2).
Tak segan, Wahyu Trenggono juga menyindir Purbaya untuk menanyakan perihal pendanaan tersebut kepada anak buahnya di Kementerian.
"Coba Anda tanya dulu deh sama anak buah Anda, bener enggak itu uang kapal sudah dikucurkan?" tambahnya.
Sindiran tersebut kemudian direspons oleh Menkeu dengan santai, Sampai saat ini, ia belum melihat adanya realisasi pemesanan kapal, meski program tersebut kerap dipromosikan.
"Ya saya enggak tahu, kan dia suka promosi kapal banyak. Saya cuma cek ke galangan, ada enggak yang diorder? Belum. Berarti kan belum ada pesanan ke sana. Mau dibikin kapan, saya enggak tahu," ujar Purbaya, Rabu (11/2).
Meskipun begitu, Purbaya menegaskan akan melakukan pengecekan lagi ke anak buahnya. Pasalnya, ada kemungkinan data KKP lebih akurat.
Ia juga menyoroti sumber pendanaan program yang disebut Trenggono berasal dari pinjaman luar negeri. Purbaya menjelaskan skema pinjaman tetap harus melalui mekanisme di Kementerian Keuangan.
"Yang betul Pak Trenggono mungkin, saya datanya salah. Karena sebagian katanya uangnya ke pinjaman, tapi pinjaman juga nanti kan lewat kita juga kan, tetap aja," katanya.
Meski begitu, Trenggono kembali merespons tanggapan tersebut di Instagramnya dengan santai, Rabu (11/2). Isinya tidak memperpanjang perdebatan dan mengajak Purbaya untuk kembali bekerja.
Dalam unggahan tersebut terdapat dua gambar. Yang pertama, foto tangkapan layar pemberitaan yang memuat judul pengakuan Purbaya soal kemungkinan dirinya salah data terkait anggaran kapal. Yang kedua, foto keduanya duduk bersebelahan dalam suatu forum. Keduanya tersenyum lebar.
"That's all folks. Back to work ya," tutur Menteri KKP, Rabu (11/2).
(fln/ins)