Bakal Akuisisi, Nagita Slavina Jadi Calon Pengendali VISI
Selebriti Nagita Slavina menjadi calon pengendali PT Satu Visi Putra Tbk (VISI) apabila rencana akuisisi saham perusahaan terealisasi.
VISI diketahui merupakan emiten di bidang percetakan banner, display, tinta, dan PVC Board.
Nagita disebut masih dalam proses negosiasi sebagai pengendali baru perusahaan. Negosiasi tersebut dilakukan bersama pemegang saham penjual terhadap rencana pengambilalihan saham VISI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada tanggal 11 Februari 2026, Perseroan telah menerima surat pemberitahuan atas pengumuman negosiasi yang dilakukan oleh Nagita Slavina, selaku Calon Pengendali Baru," ungkap Manajemen VISI dalam Keterbukaan Informasi BEI, Kamis (12/2).
Lihat Juga : |
Saat ini, pengendali saham VISI adalah David Dwiputra yang menguasai sekitar 71 persen saham dengan total 2,2 miliar lembar saham.
Sebagai asumsi, apabila Nagita mengambil alih seluruh posisi saham pengendali, artinya istri Raffi Ahmad tersebut berpotensi menggelontorkan uang hingga Rp1,804 triliun.
Angka tersebut diperoleh dari harga terakhir saham VISI yakni Rp820 per lembar saham dikalikan jumlah kepemilikan saham David per akhir Desember 2025.
Sementara itu, manajemen VISI menyampaikan rencana tersebut tak akan mengganggu operasional, kondisi keuangan perseroan, serta status hukum perseroan.
"Selain daripada informasi yang telah kami ungkapkan di atas, hingga saat ini tidak terdapat kejadian, informasi atau fakta material lain yang tidak kami ungkapkan," terang manajemen.
VISI sendiri saat ini masih berada di papan pemantauan khusus atau Full Call Auction (FCA). Saham VISI bergerak lemah sampai auto reject bawah (ARB) sebesar 9,89 persen seharga Rp820 per lembar.
Perusahaan yang berdiri di Surabaya pada 2007 ini masuk ke dalam papan pemantauan FCA lantaran penghentian sementara perdagangan Efek selama lebih dari satu hari bursa.
Perdagangan VISI dihentikan sementara sebanyak dua kali sepanjang tahun 2026, yakni pada 21 dan 23 Januari 2026 karena kenaikan harga secara kumulatif yang signifikan.
(sfr)