Bos BGN Respons Penghentian Sementara SPPG di Kawasan Johar Baru
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana merespons penghentian sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) alias dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Johar Baru 2, Jakarta Pusat yang terjadi akibat kendala pencairan dana bantuan pemerintah.
Ia menjelaskan gangguan tersebut terkait sistem pengelolaan saldo virtual account (VA) yang belum dapat dipantau secara real time.
"Ya, memang kita sedang minta agar manajemen dashboard Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) diperbaiki. Karena gini, sampai sekarang itu virtual account-nya ada, belum real time bisa dilihat. Kita kan ingin top up otomatis, nah ketika top up otomatis itu saldonya harus real time," kata Dadan di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta Selatan, Jumat (13/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Dadan, keterlambatan pelaporan saldo pada sistem tersebut kerap menyebabkan proses pencairan dana menjadi tertunda.
Namun, ia menegaskan kendala itu bersifat sementara dan biasanya dapat diselesaikan dalam waktu singkat.
"Nah, ini belum bisa, makanya seringkali kalau dia terlambat melaporkan pasti telat. Biasanya dua hari juga selesai, itu hanya masalah telat saja," ujarnya.
Dadan mengatakan dampak gangguan tersebut berbeda-beda pada setiap SPPG, sehingga jumlah sekolah yang terdampak bergantung pada kondisi masing-masing unit layanan.
"Tergantung, tergantung di SPPG," ujarnya.
Manajemen SPPG Jakarta Pusat Johar Baru 2 sebelumnya mengumumkan penghentian sementara operasional layanan mulai Kamis (12/2) hingga waktu yang belum ditentukan.
Informasi tersebut disampaikan melalui surat edaran bernomor SE/02/II/2026 yang bersifat penting.
Dalam surat yang ditujukan kepada sejumlah sekolah, yakni SMKN 14 Jakarta, SMPN 76 Jakarta, MTsN 9 Jakarta, SDN Johar Baru 07 Jakarta, dan SDN Johar Baru 29 Jakarta, disebutkan penghentian operasional terjadi akibat terkendalanya pencairan dana bantuan pemerintah dari BGN ke rekening VA SPPG.
Manajemen SPPG Jakpus Johar Baru 2 juga menyampaikan permohonan maaf kepada penerima manfaat karena tidak tersedianya paket MBG. Dalam surat tersebut ditegaskan penghentian bersifat sementara dan pihak pengelola berupaya menyelesaikan kendala secepatnya.
BGN menyatakan perbaikan sistem pengelolaan dana tengah dilakukan agar proses penyaluran bantuan dan operasional layanan pemenuhan gizi dapat kembali berjalan normal.
(del/sfr)